Turkistan - Bukan sekedar histori peradaban Islam serta keramahan warga muslim, budaya juga jadi sisi kekayaan Turkistan di Kazakhstan. Terkecuali nyanyian serta alat musik dombra, tarian Kazkahstan juga begitu popular.

Ada dalam tiap-tiap perayaan istimewa, tarian Kazkahstan ikut dilestarikan oleh generasi mudanya. Seperti yang dikerjakan oleh group tari Ukulim yang dilatih oleh Gulnazya ini. Telah 26 th. ia menekuni dalam dunia tari serta selalu mewariskan ketrampilannya pada golongan muda.

Hari ini mereka bakal berlatih tarian Kyz Joly. Kelincahan serta kelenturan beberapa penari, jadi kunci keindahan tarian ini, terlebih digabungkan dengan pakaian tradisional yang begitu cantik.

Bukan sekedar menarik, tarian Kazakhstan juga kaya arti karna merefleksikan kehidupan serta keindahan alam. Seperti ombak laut, sampai api, untuk melukiskan emosi, keberanian serta optimisme.

Group Ukulim ini seringkali mewakili Turkistan dalam festival tari baik bertaraf nasional ataupun internasional. Seperti yang bakal mereka ikuti keesokan hari.

Festival tari ini teratur diadakan tiap-tiap th.. Bukan sekedar dibarengi kota-kota di Kazakhstan, namun juga negara-negara tetangga. Ada 12 negara yang turut berperan serta. Turkmenistan, Bulgaria, Rumania, Azerbaijan, Turki, Bashkiria di Rusia, Bosnia serta Herzegovina, Tatarstan, Kirgiztan, Hungaria serta Uzbekistan.

Meriah serta indah sekali. Semasing kontestan kenakan pakaian tradisional khas mereka. Saya begitu mujur dapat mengetahui demikian banyak budaya berlainan, cuma dengan ada di satu tempat.

Satu persatu group tari, unjuk kemampuan membawakan tarian tradisional mereka. Walau tidak memperoleh gelar juara, tetapi pertemuan dengan group tari ukulim ini bakal senantiasa membekas di hati. Bagaimana bermacam budaya dapat menyatu, menangani semua ketidaksamaan.

Masih tetap ada satu lagi, warisan budaya Kazakhstan yang masih tetap dipelihara dengan baik. Karpet atau gobelen. Gobelen di Turkistan banyak di buat dari bulu unta walau bulu domba juga jadi pilihan.

Saat ini gobelen mulai beralih peranan. Dahulu karpet cuma dipakai jadi alas serta penghangat tempat tinggal kebiasaan yurt yang dapat dibongkar gunakan itu. Saat ini gobelen mulai merambah jadi souvenir untuk pelancong, dengan ukuran kecil.

Satu diantara yang mewarisi ketrampilan buat gobelen itu yaitu, Zhupar Beisenova. Perempuan 50 th. ini mewarisi ketrampilan buat gobelen dari neneknya. Terkecuali berkreasi dengan gobelen untuk beberapa turis, Zhupar juga mengajar di akademi seni di Kota Almaty.

Design goresan tangan Zhupar, senantiasa kental bakal aksen Kazakhstan. Ia menginginkan jati diri Kazakhstan senantiasa terpatri pada gobelen yang dibawa turis ke negera aslinya.

Diperlukan saat 5 hingga 8 hari, untuk buat gobelen ukuran 1 kali 1 mtr.. Harga nya dapat meraih Rp 5 juta, bergantung tingkat kesusahan. Tidak cuma untuk hiasan dinding, Zhupar juga buat bermacam inovasi pernak pernik cantik. Karna kreatifitasnya ini, ia memperoleh penghargaan kerajinan tangan artistik dari Unesco pada 2010 yang lalu.

Alhamdulillah. Turkistan sudah menyematkan pengalaman penuh kesan. Berjumpa saudara muslim yang penuh kehangatan, sekalian mengetahui keragaman budaya mereka. Mudah-mudahan permata negeri Kazakhstan ini, senantiasa bercahaya jelas, membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka.