BREAKINGNEWS.CO.ID-Memasuki persaingan terakhir dari Kejuaraan Nasional Gulat di bawah usia 23 tahun yang digelar Minggu (9/12/2018) mulai pukul 14.00 WIB di GOR Simpang Lima, Purwodadi, Grobogan, Jatengm, tim gulat DKI Jakarta baru membendaharakan satu medali perak dan satu perunggu. Medali perak disumbang oleh Andika Sulaeman dari gaya grego kelas 77 kg, sementara perunggu dari Dwi Nur Anggraeni di gaya bebas kelas 48 kg putri.  

"Kita berharap ada tambahan medali dari dua pegulat terakhir yang berlaga di hari terakhir ini," ungkap manajer tim gulat DKI Jakarta Paruntungan Sianturi seusai timbang badan dua pegulatnya, Minggu pagi.

Sindi Anzelia akan berlaga di kelas 76 kg gaya bebas putri, sedangkan Muhammad Rudiansyah tampil di kelas 87 kg gaya grego. Di kelas 87 kg gaya grego putra ini, Rudiansyah di babak pertama akan menghadapi pegulat Kaltim, Henry Hidayah. Sindy Anzelia lebih beruntung, langsung berlaga di babak perempat-final kelas 76 kg gaya bebas putri itu, meski harus menghadapi lawan dari daerah penghasil pegulat handal, Arynova dari Kaltim.

Didukung Disorda DKI Jakarta dan KONI Provinsi DKI Jakarta, Pengprov PGSI DKI Jakarta yang diketuai Steven Setiabudi Musa menurunkan tujuh pegulat yang didampingi lima ofisial pada kejurnas gulat U-23 ini. Mereka adalah empat putra dan dua putri. Lima pegulat putra, Irfan Saputra (gaya grego kelas 54 kg), Nico Wijaya (gaya grego kelas 67 kg), Andika Sulaeman (gaya grego kelas 77 kg),  Muhammad Rudiansyah (gaya grego kelas 87 kg), Yehezkiel Hasiholan (gaya bebas kelas 97 kg). Dua pegulat putri, Dwi Nur Anggraeni (gaya bebas 48 kg) dan Sindy Anzelia (gaya bebas kelas 76 kg).

Ketua Pengprov PGSI DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa meriusaukan kegagalan Andika Sulaeman menggapai medali emas di kelas 77 kg gaya grego itu. Andika Sulaeman adalah peraih medali emas di test-event Asian Games, yang membuatnya terpilih masuk di timnas gulat Asian Games Indonesia, dan berlatih selama hampir tiga bulan di Bulgaria. Namun, Andika tidak berhasil mengatasi perlawanan pegulat Jatim, Supriono, di babak final.

"Andika Sulaeman bagaimanapun menjadi salah satu harapan gulat DKI Jakarta di masa depan, termasuk kita andalkan di Kejurnas Senior akhir Februari mendatang di Jakarta," ucap Steven Musa, anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta.

Kubu DKI Jakarta sempat 'mempertanyakan' kegagalan Andika Sulaeman ini.  Seorang ofisial DKI Jakarta menyebut komposisi wasit pada laga Andika vs Supriono tersebut, di mana wasit tengah dan salah satu juri berasal dari Jatim. Kendati demikian, hal itu ditepis oleh ofisial DKI Jakarta lainnya.

"Saya kira tidak perlulah negatifnya yang dilihat," kata manajer tim Paruntungan Sianturi. "Terkait komposisi wasit, wasit Jatim di tengah, mungkin saja bisa mempengaruhi tetapi tidak menjadi faktor yang mengurangi netralitas," tegas Sianturi, Kabid Binpres Pengprov PGSI DKI Jakarta yang juga wasit.

"Kami tidak mau mengkambing-hitamkan wasit, sebab tampaknya Andika sendiri yang kurang konsentrasi," jelas Sianturi.

Andika Sulaeman sendiri menyatakan, saat menghadapi Supriono itu, dia sudah semaksimal mungkin memperagakan penampilan atraktif dan aktiv. Namun, wasit menganggapnya lebih banyak pasif.