BREAKINGNEWS.CO.ID – Atlet angkat berat  putri asal Indonesia, Sri Hartati, berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2018 yang diselenggarakan di Swedia, Selasa (6/11/2018).

Hartati yang turun di kelas 57 kg mendapatkan medali emas di jenis angkatan squat dengan total angkatan 225 kg sekaligus juga memecahkan rekor dunia. "Berita gembira dari Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Swedia. Sri Hartati berhasil merebut gelar juara dunia. Alhamdulillah," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Joko Purnomo, lewat pesan WhatsApp.

Bagi Sri Hartati, ini menjadi gelar juara dunia keempatnya setelah sukses mendapatkan prestasi terbaik di Norwegia 2013, Luksemburg 2015, serta di Polandia 2016 lalu. Pada Kejuaraan Dunia Angkat Berat 2016, Sri Hartati yang turun di kelas 57 kg mendapatkan dua medali emas di jenis angkatan bench press dan total angkatan.

Sebelum terjun di angkat berat pada tahun 1995, Sri lebih dulu berkecimpung di angkat besi kelas 42 dan 44 kg. Dia termasuk juga atlet berprestasi di tingkat nasional remaja, akan tetapi dia tidak berhasil melanjutkan kariernya di angkat besi karena cedera. Sri Hartati mengalami cedera pergelangan tangan kanan sehingga tulangnya bergeser dan tidak dapat kembali mengangkat barbel besi yang beratnya puluhan kilo tersebut.

Oleh karena itu Hartati turun di angkat berat (powerlifting) yang metodenya berbeda dengan angkat besi (weightlifting). Walaupun sama-sama harus mengangkat barbel, akan tetapi angkat berat melibatkan beberapa alat bantu sementara di angkat besi lifter mengangkat barbel dari lantai. Pada angkat berat lifternya melakukan squat, bench press, serta deadlift sementara di angkat besi ada istilah snatch serta clean and jerk. Angkat besi terbilang lebih populer karena rutin dimainkan di Olimpiade sementara angkat berat tidak.