PAMEKASAN - Sejak pembayaran tol secara elektronik atau e-toll diberlakukan di Madura, banyak masyarakat masih kesulitan mendapatkan kartu e-toll. Masyarakat masih banyak yang belum mengantongi kartu tol karena beberapa tempat penjualan kartu tol sudah kehabisan stoknya.

Mohamad Mokri, salah satu warga asal Pamekasan, Jawa Timur, mengaku sudah mencari kartu tol di sejumlah swalayan yang biasa menjualnya. Namun semua tempat yang didatanginya sudah kehabisan stoknya.

"Mulai dari Pamekasan hingga Sampang, bahkan di Surabaya juga kehabisan stok kartu tol sehingga pembayarannya masih tunai di pintu tol," tutur Mokri, Minggu (5/11/2017).

Seharusnya, imbuh Mokri, penjualan kartu tol lebih digencarkan di beberapa tempat umum serta tidak di salah satu swalayan saja agar masyarakat bisa lebih mudah untuk mendapatkannya.

"Seperti di akses jalan masuk tol disediakan pembelian kartu tol sehingga masyarakat mudah mendapatkannya," tutur pria yang merupakan seorang pengusaha cafe di Pamekasan ini.

Sementara Evi Susanti, salah satu karyawan toko swalayan penjual kartu tol di Sampang mengaku, antusias masyarakat untuk memiliki kartu tol sangat besar. Bahkan di tempatnya menjual hanya tersedia tiga hari langsung ludes.

"Mulai dari supir truk, angkutan umum serta pribadi berbondong-bondong untuk mendapatkan e-toll," tutur Susi.

Bagi masyarakat yang belum memiliki kartu tol, Susi menyarankan agar membelinya di bank milik pemerintah. Di bank itu disediakan tidak terbatas sesuai dengan jumlah permintaan masyarakat. "Kalau di swalayan stoknya terbatas, lebih baik langsung ke bank saja," katanya.