BREAKINGNEWS.CO.ID – Salah satu negara hebat di Asia yakni Korea Selatan tengah membentuk ekosistem eSport yang baik dan lebih sportif, mengingat pengguna eSport pun terus meningkat jumlahnya.

Dan kini, Lembaga legislatif Korea Selatan (Korsel) akan meluncurkan regulasi baru yang akan memberikan sanksi atau hukuman kurungan penjara kepada gamer yang bermain curang dengan metode boosting supaya menciptakan ekosistem eSport yang jauh lebih positif .

Aksi curang dalam bermain game dengan metode boosting sendiri memang tengah populer di Korsel. Banyak para gamer yang profesional atau ahli kerap menggunakan metode boosting untuk meningkatkan level atau tingkat karakter. Dan kompensasinya, yang tak lain adalah berupa bayaran uang tunai.

Metode boosting lainnya adalah gamer menciptakan dua akun yang satu akun asli dan lainnya lagi merupakan akun fiktif. Dengan begitu, kedua akun itu akan saling bertanding dan akun fiktif yang akan mengalah sehingga akun asli akan mendapatkan ganjaran hadiah seperti dikutip Polygon.

Sanksi-sanksi yang diberikan bisa berupa ancaman penjara dua tahun dan denda KRW 20 juta atau setara dengan Rp257 juta. Beberapa game populer di Korea Selatan seperti League of Legends, StarCraft, Dota 2, dan Counter Strike: Global Offensive merupakan game yang sangat mendukung kebijakan tersebut.

Para developer game melihat regulasi itu dapat menjaga kualitas komunitas pemain game. Namun ternyata tidak hanya hanya Korsel, pemerintah China juga bekerja sama dengan pengembang game PUBG untuk menangkap peretas dan pembuat software untuk bermain curang.

Esport Siap Dipertandingkan di SEA Games 2019

Sementara itu, pada akhir bulan November kemarin, muncul kabar jika eSport akan resmi di pertandingkan dalam ajang SEA Games 2019 yang bakal digelar di Filipina.

Pengumuman itu sendiri datang langsung dari asosiasi esport Filipina yang merupakan tuan rumah dan juga komite SEA Games negara tersebut. Terkait hal tersebut Ketua Umum IESPA, Eddy Lim mengakui jika dirinya cukup puas dengan pemgumuman tersebut, dan menganggap sebagai satu target besar yang terwujud.

Dengan kemajuan eSport ini, bukanlah hal yang mengejutkan jika Korsel dan China akan menerapkan peraturan jika gamer yang ketauan melakukan kecurangan akan mendapatkan sanksi dan hukuman.