JAKARTA - Uber telah menemukan bahwa kecelakaan mobil otonom yang merenggut satu korban jiwa pada bulan Maret 2018 disebabkan oleh kecacatan software. Kecelakaan tersebut terjadi di Arizona, Amerika Serikat ketika salah satu mobil otonom Uber menabrak Elaine Herzberg, seorang pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan. Saat itu, mobil tersebut sedang dikendarai oleh operator manusia dalam mode otonom.

Seperti dilansir dari Engadget, Senin (7/5/2018), Pemrograman otonom berfungsi mendeteksi objek di sekitar kendaraan sehingga kendaraan hanya bereaksi ke hambatan padat dan bukan, misalnya sampah plastik atau kertas. Jika software mendeteksi hambatan padat, kendaraan akan secara otomatis berhenti atau mengubah arah. Pada saat kecelakaan, kendaraan mendeteksi keberadaan Herzberg di jalan, namun kecacatan dalam software pendeteksi objek membuat kendaraan tidak melacak Herzberg sebagai hambatan.

Uber telah memberikan ganti rugi kepada keluarga korban serta menghentikan percobaan mobil otonom lainnya untuk sementara waktu. Saat ini, Uber sedang melaksanakan penyelidikan terhadap sistem pemrograman otonom mereka bersama dengan National Transportation Safety Board (NTSB), badan regulasi transportasi Amerika Serikat.