JAKARTA – Pemimpin oposisi Zimbabwe, Roy Bennett bersama istri serta empat rekannya tewas dalam sebuah kecelakaan helikopter di New Mexiko, Amerika Serikat baru-baru ini. Kecelakaan helikopter pribadi Huey di daerah terjal dekat Raton, New Mexico, pada Kamis (18/1/2018) menewaskan Bennett, 60 tahun, bersama istrinya, Heather Bennett, 55 tahun, James Coleman Dodd, 57 tahun asal Colorado, Charles Ryland Burnett, 61 tahun asal Texas serta Paul Cobb, 67 tahun juga asal Texas, demikian Polisi Negara Bagian New Mexico, Jumat (19/1/2018).

Bennett, mantan bendahara umum partai oposisi MDC, merupakan tokoh penting dalam politik Zimbabwe. Dia pernah mendekam di penjara di bawah pemerintahan mantan Presiden Robert Mugabe. Dia baru-baru ini mengatakan kalau negaranya tidak akan pernah lagi membiarkan dirinya diperintah oleh sebuah kediktatoran.

"Roy adalah pejuang yang tegas dan berkomitmen untuk perubahan demokratis di Zimbabwe," demikian Partai MDC dalam sebuah pernyataan.

Partai tersebut menyebut Bennett sebagai politisi akar rumput karismatik serta petani sukses di Distrik Chimanimani di negara bagian tersebut. Dia fasih berbahasa Shona Zimbabwe, katanya, dan telah membantu ratusan penduduk desa miskin membayar uang sekolah untuk anak-anak mereka.

Menurut pernyataan resmi partai, meskipun berkulit putih, Bennett memperjuangkan hak-hak orang kulit hitam Zimbabwe. Dia berjuluk "Pachedu" sebuah kata dari bahasa Shona yang berarti "bersama" atau "satu dari kita." Dewan Keselamatan Transportasi Nasional mengatakan sedang menyelidiki kecelakaan yang terjadi di sekitar 24 kilometer timur Raton tersebut.

Saat kecelakaan, helikopter mengangkut enam orang. Satu-satunya penyintas dalam kecelakaan tersebut adalah Andrea Cobb, yang memiliki hubungan dengan Burnett, sekaligus putri Paul Cobb. Mereka sedang bepergian ke sebuah peternakan saat helikpter jatuh di kawasan terpencil dan terbakar. Polisi menyatakan Andrea mengalami luka-luka dalam kecelakaan helikopter tersebut, namun diperkirakan akan selamat.