JAKARTADias & Port Festival di kota Mossel Bay, Provinsi Western Cape, Afrika Selatan, pada 1-3 Februari 2018, akan mempertemukan tiga tarian daerah Indonesia, Tari Cebing Melati dari Jawa Timur, Tari Bale Ganjur dari Bali dan Tari Panen dari Sumatera Barat, dengan kebudayaan asing lainnya.

Festival yang bertema “Where Cultures Meet" ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Mossel Bay bersama Transnet Port Authority dalam rangka memperingati mendaratnya penjelajah asal Portugis, Bartholomeu Dias, pada 4 Februari 1488 di Aguada de São Brás, yang kemudian menjadi kota Mossel Bay, seperti dilansir dari kemlu.go.id, Jumat (9/2/2018).

Selama tiga hari tim kesenian Indonesia melakukan penampilan di Balai kota, di Langeberg Mall dan di panggung utama di Port of Mossel Bay. Kesenian Indonesia tersebut dibawakan oleh tim penari dari Eoan School of Performing Arts Cape Town yang sebagiannya pernah mengikuti Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI).

Wali kota Mossel Bay Mr. Alderman Harry Levendal yang hadir bersama Menteri Keuangan Western Cape, Dr. Ivan Meyer serta Menteri Budaya dan Olahraga Western Cape Ms. Anroux Marais, dalam peringatan 29 tahun Museum Dias dengan bangga mengenakan batik ciri khas Indonesia dan menyapa hadirin dengan ucapan “Selamat".

Ia mengatakan bahwa selain mengenakan batik Indonesia, ia juga harus dapat menyapa dengan ucapan dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu Direktur Museum Dias dalam pidatonya kemudian memberi gelar Walikota Harry Levendal sebagai “Indonesian Mayor of Mossel Bay".

Budaya Indonesia juga dikenalkan dalam parade budaya di mana delegasi Indonesia mengenakan sejumlah pakaian daerah di tanah air. Dalam kesempatan tersebut dibagikan juga sejumlah pamflet dan peta mini mengenai wisata wonderful Indonesia kepada para penonton di sepanjang jalan yang dilalui parade.

Rangkaian festival juga dimeriahkan dengan Flag Jump di mana tujuh bendera yaitu Kota Mossel Bay, Afrika Selatan, Portugis, RRC, Madagascar, Jerman dan Indonesia, dibawa oleh penerjun payung dan mendarat di arena Santos Beach.

Memanfaatkan momen tersebut, Konsul Pensosbud Muhammad Sadri dalam beberapa kesempatan mengajak para undangan yang hadir untuk melihat langsung kebudayaan di Indonesia menggunakan fasilitas bebas visa yang telah diberikan oleh pemerintah Indonesia.