BREAKINGNEWS.CO.ID-Paska gempa berkekuatan 7 SR yang melanda, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pastikan pemberangkatan calon jemaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat, tak terkendala. 

"Ya Alhamdulillah sebagian besar jemaah haji NTB telah berangkat ke tanah suci. Tinggal beberapa saja yang itu masuk dalam embarkasi gabungan," ujar Menag, Selasa (7/8/2018) pagi. 

Embarkasi Lombok merupakan salah satu dari 13 Embarkasi yang ada di Indonesia. Berdasarkan data pada Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), pada tahun 1439 H / 2018 M terdapat 4511 jemaah haji yang diberangkatkan dari Embarkasi Lombok.

Sebanyak 4500 jemaah haji asal NTB yang tergabung dalam 10 kloter  telah diberangkatkan ke Tanah Suci sejak 17 Juli hingga 1 Agustus 2018. Masih ada sebelas jemaah yang akan diberangkatkan dalam kloter gabungan pada pertengahan Agustus ini. 

Menag mengaku telah menginstruksikan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB untuk mengawal pemberangkatan sebelas jemaah haji yang tersisa dari Embarkasi Lombok.  "Agar mereka betul-betul bisa berangkat sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka, tanpa terkendala dengan adanya gempa semalam ini," pungkas Menag. 

 SHALAT GAIB

Sebelumnya, pada Senin (6/8), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama karyawan Kemenag menggelar salat gaib untuk korban gempa di Nusa Tenggara Barat dan Bali.

Salat Gaib dimpimpin Sesditjen Pendis M Isom dan dilaksanakan usai Dzuhur berjemaah di Mushola Al Munawar di Komplek Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta.

Selain dihadiri ASN dan karyawan Kemenag, sejumlah pejabat eselon I dan II juga tampak memenuhi Mushola Al Munawar. Dalam kesempatan tersebut Menag Lukman Hakim mengatakan sengaja mengajak ASN dan karyawan Kemenag untuk Salat Gaib selepas solat zuhur.

"Karena semalam kita mendengar berita terjadinya gempa yang berpusat di Lombok, di Nusa Tenggara Barat. Dan sampai dengan siang ini kita mendapatkan laporan karena gempa, kemudian menimbulkan korban jiwa dan korban luka-luka yang saudara-saudara kita. Tidak hanya yang tinggal di NTB tapi juga di Bali," ujar Menag Lukman. 

Gempa berkekuatan 7 SR terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu, 5 Agustus 2018. Dilaporkan 82 orang wafat dan tidak sedikit juga yang mengalami luka. Gempa ini juga mengakibatkan kerusakan parah sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum, di NTB dan Bali.

"Sebagaimana syariat agama kita, kita doakan mereka. Dan bagi  yang korban jiwa kita solatkan mudah-mudahan tentu dengan niat semoga Allah SWT mengampuni segala kesalahan mereka-mereka yang wafat, diterima segala amal kebajikannya. Dan Allah tempatkan di tempat yang sebaik-baiknya," kata Menag. 

Bagi korban luka, lanjutMenag, mudah-mudahan bisa pulih kembali bisa sehat seperti sedia kala. Bagi mereka yang menderita karena rumah rusak parah sehingga kemudian mereka harus tinggal di daerah penampungan, pengungsian, yang tentu kondisinya sangat darurat. Mudah-mudahan mereka senantiasa mendapatkan kesabaran, ketegaran, ketabahan, kondisinya mereka alami. 

"Saya instruksikan agar Kementerian Agama melakukan pendataan menyeluruh siapa saja ASN kita yang khususnya tinggal di NTB, di Bali, yang menjadi korban karena gempa semalam. Karena gempa semalam cukup besar," pinta Menag. 

Tidak hanya korban gempa, Menag juga meminta Kemenag untuk mendata kondisi bangunan fisik diantaranya KUA, Madrasah, Mesjid, Mushoala dan fasilitas lainnya. 

"Saya minta Kemenag Pusat mendirikan posko yang tidak hanya melakukan pendataan tapi juga menggalang bantuan. Kepada seluruh Kakanwil se Indonesia saya minta untuk pro aktif menggalang bantuan semampu yang kita bisa," tandas Menag.