BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemerintah Korea Selatan mengumumkan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas di negaranya menjadi bencana nasional pada Jumat (5/4/2019).

Kantor berita Korsel, Yonhap, memberikan laporan bahwa situasi darurat ini diumumkan setelah Perdana Menteri Lee Nak-yon mengaku sudah merekomendasikan kepada Presiden Moon Jae-in untuk merilis deklarasi. "Pemerintah juga akan memutuskan untuk menetapkan daerah yang terkena dampak sebagai zona bencana setelah memperhitungkan kerusakan," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korsel.

Deklarasi seperti ini diumumkan ketika ada keadaan darurat yang mengharuskan semua sumber daya harus dikerahkan untuk menanggulangi situasi. Sebelumnya, Moon memang sudah memerintahkan penggunaan seluruh sumber daya yang ada untuk membantu pemadaman api. 

Sekitar 872 mobil pemadam bersama 3.251 petugas lantas dikerahkan ke lokasi kebakaran. Kementerian Pertahanan Korsel juga menerjunkan 16.500 tentara, 32 helikopter, dan 26 mobil pemadam militer untuk membantu proses pemadaman. Api pertama kali menyala di Provinsi Gangwon pada Kamis malam dan dengan cepat menyebar ke kota Sokcho dan Gangneung. Kobaran api itu melalap 525 hektar lahan dan 198 rumah, gudang, dan bangunan lainnya. Setelah upaya satu malam suntuk, api di beberapa daerah mulai padam. Akan tetapi, kobaran masih terlihat di sejumlah kawasan.