JAKARTA – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Saniaga Uno akan resmi menjabat pada 16 Oktober 2017. Keduanya akan menjadi pemimpin tertinggi di Jakarta untuk periode 2017-2021. Kini di tangan keduanya kesejahteraan masyarakat ibu kota ditentukan.

Dari sekian banyak janji-jani untuk mensejahterakan warga Jakarta, Anies-Sandi membuat program yang sangat populer seperti kepemilikan rumah dengan DP 0%. Selain itu juga berniat  menghentikan megaproyek reklamasi Teluk Jakarta. Mereka juga ingin melaksanakan Program Transportasi Terintegrasi dengan biaya serba Rp 5.000.

Selain itu juga ingin, menutup Hotel Alexis, membangun Jakarta tanpa mengggusur, dan melahirkan 200.000 Pengusaha Baru melalui program OK OCE (One Kecamatan One Center for Enterpreneur).

Untuk mengawasi kinerjanya mereka, Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta menginisiasi sebuah platform berbasis web bagi masyarakat Jakarta untuk aktif menjaga keberlanjutan dan kinerja di pemerintahan DKI yang baru. Mereka menamkannya “Kawal Jakarta”.

Dalam acara peluncuran Kawal Jakarta di EV Hive Menteng, Wakil Ketua PSI DKI Jakarta, Rian Ernest, mengungkapkan alasan pembentukan program itu. “Anak muda itu selalu revolusioner. Masalah utama birokrasi kita adalah korupsi. Dan ini harus kita kawal terus. Jika sebagai warga Jakarta kita tidak peduli, maka aktor-aktor koruptif tersebut akan langgeng mencuri anggaran daerah.” jelas Rian dalam diskusi Kolaborasi dan Partisipasi Dalam Menjaga Birokrasi Kawal Jakarta.

“Publik bisa mendorong pemerintah untuk memperhatikan hal-hal yang mungkin belum disadari harus diperhatikan. Contohnya, lewat open data e-budgeting, kita bisa memantau langsung dan berpartisipasi mengawal anggaran. Seperti di Filipina, anggaran membangun jalan kota saja bisa kita kawal. Digunakan apa saja anggaran tersebut, diperlukan atau tidak oleh warga, jangan sampai warga sendiri kecolongan dan tidak peduli. Nanti muncul kasus UPS dan dana siluman berikutnya.” ungkap Juan Intan Kanggrawan, Asisten direktur dari Sense Infosys, dalam diskusi Kawal Jakarta tersebut.

Partai Solidaritas Indonesia resmi menjadikan dirinya partai oposisi yang konstruktif. PSI akan melakukan evaluasi dan monitoring kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Baru. Mereka berjanji untuk, mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan pemerintah dan mengkritisi apa yang kurang.

“Kita tidak mau menjadi oposisi yang menjelekkan. Proses demokrasi telah menetapkan pasangan Anies-Sandi menjadi gubernur. Kita dukung. Namun, kita juga harus kawal. Jika pemerintah melakukan hal bagus, kita angkat dan apresiasi. Namun jika ada yang belum sempurna, juga kita angkat.” terang Rian.

“Di platform kawaljakarta.id, kita bisa mengawal Janji Gubernur dengan melakukan monitor terhadap perkembangan dan realisasi dari janji-janji tersebut. Apakah sudah dilaksanakan, sedang dilaksanakan, belum dilaksanakan, atau tidak dilaksanakan.” jelas Idris Ahmad, Project Manager Kawal Jakarta.

Selain Kawal Janji Gubernur, kawaljakarta.id memiliki fasilitas Kawal Birokrasi, Kawal Tata Ruang, Kawal Anggaran, dan Pelayanan Masyarakat untuk menampung aduan publik. “Anak-anak muda juga bisa menyuarakan aspirasinya di kawaljakarta.id secara terbuka baik lewat tulisan, foto, video, dan lain-lain. Bukan hanya dari internal PSI Jakarta.” lanjutnya.

PSI Jakarta juga mengajak NGO, komunitas masyarakat sipil, organisasi anak muda, dan lainnya untuk berkolaborasi bersama. Karena sebagai warga, kita punya hak untuk memastikan agar anggaran daerah dan kinerja birokrasi DKI Jakarta profesional dan bersih.