JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyambut baik pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un di Singapura Selasa (12/6/2018). JK menilai pertemuan tersebut sebagai upaya untuk menciptakan perdamaian dunia.

"Ya pertemuan itu sendiri itu sangat penting. Sebagaimana pepatah kita 'tidak kenal maka tidak cinta'. Nah bagaimana mereka mau memperbaiki posisi kalau mereka tidak saling ketemu. Ini penting juga saya kemukakan, bahwa setiap kali suatu negara ingin memajukan perdamaian, maka harus dua-duanya kenal baik," ujar JK di Tokyo, Jepang, Selasa (12/6/2018).

Lewat pertemuan tersebut, JK mengharapkan ada tindak lanjut antarkedua negara. Satu diantaranya soal denuklirisasi serta penarikan pasukan Amerika Serikat dari semenanjung Korea. "Kita lihat apa yang diharapkan oleh Amerika dan apa yang diharapkan Korea Utara. Itu mudah diselesaikan hanya yang tentu prosesnya itu bagaimana secara bersamaan mengakhiri Perang Korea. Artinya tentara Amerika harus meninggalkan Korea, iya kan, itu persis sama seperti yang terjadi di Afghanistan, pemerintahan lawan Taliban itu ialah bagaimana tentara Amerika meninggalkan negara dan itu kalau sudah damai otomatis," jelas JK.

"Jadi pertemuan itu penting, hasilnya tentu sangat penting untuk menjaga kedamaian di Asia Timur. Apabila seperti itu maka tidak perlu Asia Timur ini membuat biaya pertahanan terlalu tinggi," lanjutnya. Pertemuan Trump serta Kim berlangsung di Hotela Capella, Pulau Sentosa, Singapura, hari ini, Selasa (12/6/2018). Pertemuan bersejarah keduanya dengan diawali bersalaman, foto bersama serta melakukan pertemuan yang berlangsung sekitaran 41 menit.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan dokumen misterius. Tidak disebut lebih lanjut isi dokumen tersebut dikarenakan Trump menyebutnya sebagai 'dokumen sangat penting'.