JAKARTA - Calon Wali Kota Bandung nomor urut 1 Nurul Arifin menyesalkan dengan adanya kasus dugaan politik uang (money politic) berkaitan Pilkada serentak yang digelar di Kota Bandung. Sebelumnya, Asep Budiana (49), Ketua RT 12 RW 07 Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler melaporkan kegiatan bagi-bagi uang terhadap warganya terkait dengan Pilkada.

Dalam kegiatan itu, warga diberi amplop berisi uang sebesar Rp 30 ribu. Dalam amplop itu juga ada gambar kertas suara pasangan calon Wali Kota serta Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2 Yossi Irianto serta Aries Supriatna dan paslon Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar nomor urut 2, TB Hasanudin dan Anton Charliyan.

Adanya kasus itu, tim hukum pasangan Nurul-Ruli lantas melaporkan adanya dugaan politik uang kepada Panwaslu Kota Bandung. Nurul mengatakan, hal tersebut sebagai bentuk kepedulian pasangan Nurul-Ruli untuk menciptakan pilkada yang bersih.

"Itulah bentuk concern kami, kepedulian kami. Karena kami tidak ingin pilkada yang seharusnya bisa berjalan dengan integritas dari setiap pasangan, kemudian integritas dari pemilihnya secara keseluruhan integritas dari penyelenggara dan aparat di dalamnya," ujar Nurul, Rabu (13/6/2018).

Menurutnya, semua pihak tentu mengharapkan kampanye pilwalkot dapat berlangsung dengan bersih, cerdas serta objektif. Menurut dia, pemilihan wali kota semestinya menjadi ajang untuk mencerdaskan seluruh warga untuk bersama-sama membangun kota. "Jadi tidak ada intimidasi, money politic, semua berkewajiban untuk memberikan pendidikan politik yang baik bagi warganya,"ungkapnya.

Mengenai siapa yang melakukan politik uang itu, Nurul menyerahkan semuanya kepada panwas serta polisi. "Kita percaya bahwa dua lembaga tersebut akan bertindak secara profesional," katanya.