BREAKINGNEWS.CO.ID- Puluhan massa dari Kelurahan Kampung Anyar dan Kaliuntu, Singaraja, Bali, Rabu (24/4/2019) mengepung Kantor Bawaslu Buleleng yang terletak di Jalan Bisma Singaraja.
 
Massa yang dipimpin Komang Edi Arta Wijaya dan Karel Bella itu membawa sejumlah pamflet antara lain bertuliskan ‘Hargai Kami Rakyat Buleleng, Buleleng Kawal Pemilu Tanpa Money Politic, Laporkan Kepada Kami Proses Penegakan Hukum Gakumdu.
 
Massa menanyakan kelanjutan laporan money politics yang dilakukan DR Somvir melalu timnya. Laporan money politics itu datang dari masyarakat Kampung Anyar dan Kaliuntu, serya dari Desa Pedawa, Kecamaran Banjar.
 
”Kami datang untuk menanyakan perkembangan kasus money politic di Kampung Anyar dan Pedawa,” tandas Komang Edi, saat diterima langsung Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana.
 
Bukan hanya itu, massa juga mendesak Bawaslu Buleleng untuk menangkap Somvir sehingga bisa terbongkar keterlibatan seluruh anggota timnya.
 
“Kami ingin Bawaslu tangkap Somvir karena bukti dan saksi sudah sangat kuat. Kalau Somvir ditangkap makq terungkap semua anggota timnya yang bagi-bagi uang di seluruh Buleleng,” tandas Komang Edi kepada Balieditor.com terpisah.
 
Ia mengibaratkan seperti (maaf) kotoran manusia yang sudah terlihat dengan jelas bukan (maaf) kentut yang cuma mencium baunya tetapi tidak bisa melihatnya. “Lalu apa lagi yang ditunggu Bawaslu?” tegasnya lagi.
 
Bagaimana dengan Bawaslu Buleleng? Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugi Ardana, SH, MH dengan tenang menjelaskan secara detail perkembangan dari proses hukum terhadap laporan warga masyarakat dari Kampung Anyar Kecamatan Buleleng dan Desa Pedawa Kecamatan Banjar. Dipaparkan, laporan warga Kampung Anyar terkait money politic tidak bisa ditindaklanjuti karena sudah melewati batas waktu atau kedaluarsa.
 
”Sudah saya jelaskan dan juga tunjukkan aturan berikut pasal yang mengatur tentang laporan berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu,” tandas Sugi dibenarkan Komang Edi selaku pihak pelapor. Bahkan, warga menyatakan mengerti saat komisioner Bawaslu ini mempertegas pemerimaan warga terhadap penjelasan yang diberikan.
 
Terkait laporan warga Desa Pedawa, Sugi Ardana menjelaskan perkembangan penanganan laporan dugaan money politics. ”Saudara dari Kampung Anyar? Tapi tetap saya beri penjelasan selaku warga masyarakat Buleleng terkait dugaan money politic di Desa Pedawa,” tegasnya.
 
Laporan, kata Sugi sedang ditangani dan Bawaslu sudah melayangkan undangan kepada Subrata selaku pihak yang dilaporkan sebagai pemberi uang. ”Proses kami lakukan sesuai dengan aturan dan regulasi, bukan karena tekanan pihak tertentu atau berkepentingan,” pungkasnya