BREAKINGNEWS.CO.ID - Atas kasus pencemaran nama baik, artis sinetron Lyra Virna kembali menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Reskrimsus, Jakarta, Kamis (11/10/2018). Sebelumnya Lyra ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan perdananya. Setelah berkas dinyatakan lengkap, Polisi segera melimpahkan tersangka dan barang bukti ke kejakaan.

Lyra Virna dipanggil oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan pemilik Ada Tour dan Trave, Lasty Annisa.

Setelah adanya posting di Instagram yang dilakukan istri dari Fadlan Muhammad tersebut, pemilik biro perjalanan umroh, Ada Tours, Lasty Annisa mengaku kehilangan banyak klien yang hendak memakai jasanya beribadah ke Tanah Suci.

"Untuk diserahkan ke Kejari Bekasi Kota," ujarnya.

Seperti diketahui, pada Mei 2017, seorang wanita bernama Lasty Annisa yang merupakan pemilik usaha biro perjalanan melaporkan Lyra ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Dengan permasalahan bermula ketika Lyra dan suaminya, Fadlan, ingin menunaikan ibadah haji dengan jalur ongkos naik haji (ONH) plus.

Mereka berangkat ke Tanah Suci melalui biro perjalanan milik Lasty. Namun, biro perjalanan tersebut dianggap tak memberikan kepastian keberangkatan kepada Lyra.

Lyra pun mengunggah status di media sosial sebagai wujud protesnya terhadap biro perjalanan tersebut. Hingga akhirnya, polisi menetapkan Lyra Virna sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik.

Polisi sebelumnya menetapkan Lyra sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik melalui ITE pada 13 Maret 2018. Lyra dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Lyra kemudian dipolisikan oleh Lasty Annisa pada 19 Mei 2017 atas kasus pencemaran nama baik ini bermula saat Lyra curhat melalui Instagram soal biro perjalanan haji ADA Tour and Travel.

Sementara itu, polisi juga telah menetapkan bos ADA Tours, Lasty Annisa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Polisi juga menyebut biro perjalanan umrah tersebut tak mempunyai izin dari Kemenag.

"Kita sudah memeriksa Kemenag. Nggak ada izin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Selasa (3/4).