JAKARTA - Menyangkal tuduhan bahwa produk anti-virusnya membantu mata-mata Rusia mencuri file rahasia dari laptop karyawan NSA, Kaspersky Lab telah merilis temuan yang menunjukkan komputer yang bersangkutan mungkin telah terinfeksi dengan malware.

Perusahaan keamanan cyber Kaspersky Lab yang berbasis di Moskow pada hari Kamis (16/11/2017) menerbitkan hasil penyelidikan internalnya dan mengklaim karyawan NSA yang mengambil dokumen rahasia memiliki komputer pribadi telah kewalahan dengan serangan malware.

Menurut laporan Kaspersky terbaru, data telemetri antivirus yang dikumpulkan dari komputer yang berada di rumah karyawan NSA mengandung dalam jumlah besar file malware yang bertindak sebagai backdoor.

Laporan ini juga memberikan rincian lebih lanjut tentang backdoor berbahaya yang menginfeksi komputer karyawan NSA ketika ia menginstal versi bajakan dari Microsoft Office 2013 yang berisi backdoor Mokes, juga dikenal sebagai "Smoke Loader".

Backdoor Pada komputer karyawan NSA mungkin telah membantu Hacker lain Mencuri Dokumen,

Backdoor ini memungkinkan hacker lain untuk mencuri dokumen rahasia dan hacking tools milik NSA, yang bekerja untuk Tailored Access Operasi (TAO) sekelompok hacker di lembaga tersebut.

Dalam laporan terbaru yang diterbitkan oleh Kaspersky Lab, mengatakan antara 11 September 2014, hingga 17 November 2014, Server Kaspersky Lab menerima materi rahasia NSA berkali-kali dari komputer dengan keamanan buruk yang berlokasi di Amerika Serikat.

Perangkat lunak antivirus yang diinstal pada PC karyawan tersebut, ditemukan file yang mengandung malware yang digunakan oleh "Equation Group," adalah kelompok hacker elit yang terdeteksi oleh Kaspersky sejak tahun 2015.

Selain materi rahasia, perangkat lunak, juga mengumpulkan 121 sampel malware yang terpisah (termasuk backdoor) yang tidak terkait dengan "Equation Group".