BREAKINGNEWS.CO.ID – Kaspersky membagikan beberapa tips jitu guna mengamankan data dari pencurian. Tips ini dibagikan agar data para pengguna media sosial tidak terkena hack dari para hacker jahat dan tetap aman.

Hal pertama, Kaspersky mengimbau agar para pengguna tidak sembarangan mengklik alamat tautan dan keaslian email si pengirim. Kedua, Kaspersky menyarankan agar tidak menggunakan kata sandi yang sama ke akun-akun platform media. Pasalnya apabila pencuri berhasi mencuri satu kata sandi, maka ia mempunya kesempatan lebih besar mencuri data lainnya.

Kaspersky menilai jika nilai jual data pribadi seseorang memang tidak tinggi namun memberikan dampak negatif yang sangat berarti. Misalnya saja data pribadi tersebut digunakan oleh pembeli data untuk melakukan hal kejahatan. Kemudian seseorang juga bisa kehilangan sejumlah uang karena menyimpan informasi kartu kredit.

Dengan begitu, Kaspersky pun mengungkapkan beberapa cara paling umum untuk mencuri data pribadi adalah melalui kampanye phising atau dengan eksploitasi keamanan dalam aplikasi.

Mengingat masih banyaknya para pengguna media sosial yang menggunakan kata sandi yang sama pada beberapa platform media, para hacker ini memiliki kemungkinan tinggi untuk mencuri beberapa akun tersebut.

Penelitian dari Kaspersky Lab menyatakan jika para hacker bisa menjual data pribadi korban sebesar kurang dari US$50 atau sekitar Rp700 ribu. Bahkan pencuri ini sering memberikan diskon untuk pembelian dalam jumlah banyak.

Peneliti Kaspersky Lab juga menyatakan jika hal tersebut berdasarkan penelitian pasar dark web. Data pribadi tersebut mencakup akun media sosial yang dicuri, data perbankan, hingga akses jarak jauh ke suatu server atau desktop.

Sementara itu, data-data dari layanan yang terdapat informasi kartu kredit seperti Uber, Netflix, dan Spotify, serta situs web game, aplikasi kencan, dan situs web porno juga termasuk data-data yang dijual.

Namun menariknya, Kaspersky mengungkap beberapa hacker ini bahkan memberikan garansi seumur hidup kepada pembeli. Apabila satu akun berhenti berfungsi, pembeli akan menerima akun baru curian secara gratis.

"Sangat jelas bahwa peretasan data adalah ancaman besar bagi kita semua. Ini berlaku baik untuk individu dan masyarakat, karena data yang dicuri ini dapat mendanai banyak kejahatan sosial. Untungnya ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya, termasuk dengan menggunakan perangkat lunak keamanan siber," ungkap David Jacoby  selaku Peneliti Keamanan Senior di Kaspersky Lab.