BREAKINGNEWS.CO.ID - Penyidik Polda Metro Jaya memastikan motif pembunuhan satu keluarga di Bekasi oleh tersangka HS dilatarbelakangi faktor sakit hati. Pelaku merasa terhina dan tidak terima atas umpatan korban Diperum Nainggolan yang menyamakan pelaku HS seperti sampah (manusia tak berguna).

Korban yang bernama Diperum Nainggolan dan istrinya, Maya Ambarita tidak suka dengan kebiasaan pelaku menginap ditempat korban, karena tempat itu kos-kosan milik kakaknya Douglas.

Inilah kalimat umpatan yang menurut HS membuatnya merasa terhina dan gelap mata sehingga membunuh satu keluarga di Bekasi itu. "Sudah tahu kamu kalau nginep disini abang kita (Douglas) enggak suka, kamu tidur ke belakang saja, kayak sampah kamu!" kata Kanit I Subdit Resmo Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward, menirukan ucapan korban Diperum Nainggolan sebagaimana kesaksian pelaku HS, saat pra rekonstruksi digelar di kantornya, Jakarta, Senin (19/11/2018).

Ucapan Diperum Nainggolan itu terlontar pada adegan ke 5 dan kr 6 pra rekonstruksi kasus itu digelar. "Kalimat yang disampaikan korban menggunakan bahasa Batak. Ucapan korban membuat HS mendadak dendam untuk menghabisi nyawa Diperum dan Maya," ujar Malvino.

Karena ungkapan yang menyinggung perasaannya itu, tiba-tiba terlintas dibenak HS untuk mengambil linggis yang pernah dilihat sebelumnya di dapur. Linggis itu diambil saat korban Diperum dan Maya tertidur didepan TV.

Saat itu juga, HS memukul dengan keras kepala bagian atas kepala Diperum hingga tidak berdaya. Maya yang kebetulan ada disampingnya terbangun karena suara benturan linggia di kepala Diperum, dan langsung disambut pukulan oleh HS

Kondisi itu terungkap saat HS memperagakan adegan ke 11 hingga 14 pra rekonstruksi. HS lalu melanjutkan menusuk leher Diperum dan Maya sebanyak tiga kali untuk memastikan keduanya betul-betul tewas.

Usai membunuh pasangan suami istri yang merupakan keluarganya, kedua anak korban yakni Sarah Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) keluar dari kamarnya karena mendengar keributan. Awalnya HS tidak langsung menghabisi kedua bocah tersebut, mereka diminta tidur menuju kamar.

Setelah kedua anak koban masuk ke kamar tidurnya, HS terus meratapi jasad Diperum dan Maya, menyesali perbuatannya. Namun nasi sudah jadi bubur, ia lalu memikirkan bagaimana caranya menghilangkan jejak agar tak terendus dari perbuatannya. 

Usai meratapi perbuatannya di depan jasan Diperum dan Maya, cerita belum berakhir. HS beranjak masuk ke kamar, tempat Sarah dan Arya tidur. Disamping kedua anak tersebut Haris masih terdiam menyesali perbuatannya.

Tiba-tiba, pikiran HS embali berubah menjadi beringas, ia lalu mencekik leher kedua anak tak berdosa hingga tewas dengan cara yang mengenaskan. Usai membunuh kedua keponakannya, HS langsung bergegas keluar dan mengambil uang dan mobil milik korban untuk dijadikan modal menghilangkan jejak dan melarikan diri. Namun, sepandai-pandainya aksi kejahatan, polisi akhirnya berhasil membongkar kasus itu dan menangkap pelaku HS tanpa perlawanan.