JAKARTA—Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif menyatakan surat dengan Kop Surat Rukun Warga 06, Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang tentang Berita Acara Peraturan dan Ketentuan Kegiatan Non Muslim, dinyatakann  tidak berlaku. Keputusan itu diperoleh setelah pihaknya menggelar pertemuan lengkap dengan pihak terkait menyikapi surat di Kantor Desa Rajeg, Kamis, (7/12/2017).

Rapat koordinasi dan pertemuan itu turut dihadiri Kapolsek Rajeg, Danramil Rajeg, Camat Rajeg, Kepala Kesbangpol Kabupaten Tangerang, Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kepala Desa Rajeg, dan Ketua RW 06 Perumahan Bumi Anugerah Sejahtera, Desa Rajeg.

“Tujuan saya menggelar rapat tersebut tidak lain karena ingin mencari solusi, dan bukan untuk menghakimi. Jangan sampai daerah ini mendapat label negative,”ujar AKPB M Sabilul Alif seperti rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (7/12/2017)

Setelah pertemuan, dicapai kesepakatan dan komitmen antara lain berisi, bahwa surat yang ditandatangani para RT dan Ketua RW 06  serta Kepala Desa Rajeg tersebut memang ada, namun setelah pertemuan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Dengan demikian, seluruh kegiatan social keagaam berjalan seperti semula sesuai dengan norma yang ada dibawah koordinasi Ketua Rt, Rw, Kepala desa, dan unsur Muspika.

Selanjutnya pihak Kapolres akan tetap  memberikan perlindungan kepada siapa pun masyarakat yang melakukan kegiatan ibadah maupun kegiatan kemasyarakatan lainnya. Selain juga akan menyelesaikan persoalan  secara   musyawarah dan mengkoordinasikannnya secara berjenjang.

“Aparat adalah  representasi negara. Dalam kehidupan yang ada di pranata sosial, aparat termasuk Ketua RT dan RW harus menyelesaikan masalah yang ada dengan mengedepankan musyawarah,”lanjutnya.

Pihaknya berharap, langkah responsive ini diambil pihaknya sebagai pembelajaran tentang cara untuk mengantisipasi potensi disintegrasi, intoleransi,perpecahan umat beragama dan NKRI.