JAKARTA - Ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, yang menewaskan belasan orang pada Minggu (13/2/2018) kemarin, membuat semua aparat kepolisian siaga. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, maka pihak POlda Sulsel langsung menaikkan status keamanan di Sulsel menjadi Siaga 1.

"Ada peningkatan (pengamanan). Sebenarnya sejak peristiwa di Brimob Jakarta kita sudah siaga 1," kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono di Makassar, Sulsel, Senin (14/5/2018). "Dan dengan kejadian Jatim, kita lebih waspada lagi untuk pam anggota dan peningkatan pengamanan pada giat keagamaan di gereja dan Pam Mako Polri serta area publik," sambung Umar.

Kepolisian juga akan memperketat area-area perbatasan yang menjadi tempat kelur masuknya masyarakat di Sulsel. Di antara tempat itu seperti pelabuhan, serta bandara, termasuk juga jalur darat yang di mana Sulsel berbatasan langsung dengan wilayah Poso, Sulawesi Tengah. "Termasuk Polres perbatasan. Semoga Allah melindungi kita semua," kata Umar.

Pelaku pengeboman di tiga gereja di Surabaya dilakukan oleh satu keluarga. Pasutri Dita Oepriarto dan Puji Kuswati adalah pelaku pengeboman itu. Keduanya juga mengikutsertakan keempat anaknya. Atas peristiwa itu, 13 orang tewas serta 43 orang luka-luka.