BREAKINGNEWS.CO.ID - Calon anggota legislatif (Caleg) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera menyatakan, akan menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi untuk pulang ke Indonesia. Dia mengatakan, rencanan ini merupakan hasil dari kesepakan dengan partainya dan kelompok Presiden Joko Widodo (Jokowi), Hal itu di sampaikan Kapitra dalam kesempatan di Rumah Cemara Menteng Jakarta Pusat, Selasa (23/4/2019).

“Saya juga lebih dulu membangun kesepakatan dengan partai saya maupun dengan kelompok Pak Jokowi. Kalau Pak Jokowi menang, saya harus jemput Habib Rizieq,” ujar Kapitra dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019).

Kapitra mengatakan, pihak Jokowi sudah sepakat dengan permintaannya untuk menjemput Rizieq ketika petahana dinyatakan menang, dalam benaknya Kapitra punya harapan besar Habib Rizieq bisa melaksanakan idul fitri tahun ini di Indonesia.

“Maka nanti kita lihat setelah 22 Mei, Insya Allah mudah-mudahan Habib Rizieq bisa lebaran di Indonesia,” ujarnya.

Selain itu, Kapitra mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pihak Habib Rizieq. Dia menambahkan, sejauh ini responsnya positif, dan sedang dilakukan musyawarah bersama mengenai kepulangan sang Imam Besar tersebut.

Namun, Kapitra menilai kubu Habib Rizieq juga masih menunggu hasil resmi pilpres 2019. Mengingat kubu Prabowo Subianto juga sempat berjanji akan memulangkan Habib Rizieq jika dinyatakan sebagai pemenang.

“Habib Rizieq nggak usah khawatir. Insya Allah , Bib, Ana (saya, Red) akan pulangkan Antum (Anda, Red). Karena saya sudah bicara pada tingkat yang lebih tinggi bahwa semua permasalahan, semua situasi politik kita rekonsiliasikan, kita clear dan clean ,” ujarnya.

Di sisi lain, pria yang berprofesi juga sebagai pengacara ini mendorong adanya rekonsiliasi pasca pemilu usai. Menurutnya, di negara demokrasi wajar ada sebuah konflik, namun setelah pertarungan selesai, sudah sepatutnya semua pihak kembali bersatu untuk membangun bangsa.

“Setelah ini (pemilu) selesai, carut-marut politik ini maka semua harus kembali menyatu dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya.