BREAKINGNEWS.CO.ID - Salah satu kapal yang seblumnya digunakan oleh jajaran Direksi Pelindo II  bocor. Kejadian bocor hingga tenggelam separuh badan kapal itu diketahui  pada Minggu (25/8/2019) di dermaga Work Shop Pos 9 JAI, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kondisi itu terjadi karena Kapal yang memiliki identitas TPK 065 itu disinyalir karena kurangnya perawatan. Hal  itulah yang menyebabkan kapal direksi mengalami kebocoran di sisi sebelah kanan lambung kapal. Beruntung kapal yang dulu sering digunakan oleh beberapa Dirut Pelindo II bisa tertolong. Para petugas dari IPC Marine Service tampak turun tangan mengikat badan kapal ke beberapa tiang di daratan. 

"Supaya tidak tenggelam. Kalau tidak ditali, ya lama-lama pasti tenggelam karena ada kebocoran," ujar Dadang Iskandar, petugas dari IPC Marine Service. Dadang sendiri mengaku belum tahu penyelamatan kapal tersebut selanjutnya. Usaha untuk memompa air laut yang masuk ke kabin kapal belum terlihat dilakukan. 

Dadang sendiri tidak tahu pasti, kapal itu diproduksi kapan. "Yang jelas, panjangnya sekitar 17 meteran. Dan mesinnya masih bagus. Ini punya mesin Carterpilar buatan Amerika (Serikat)," ucap Dadang. 

Sementara menurut Sutrisno MD, petugas dariIPC Marine Service lainnya, kapal tersebut kemungkinan hanya akan diselamatkan mesinnya. "Dulu kayak kapal Bima yang tengah di sebelah sana (sambil menunjuk ke arah utara dermaga), akhirnya juga diambil mesinnya saja. Dulu Bima pakai mesin Yanmar, tapi kalau ini Carterpilar yang jauh lebih bagus," ujar Sutrisno. 

Sangat disayangkan kapal yang memiliki panjang 17 meter dan berharga miliaran rupiah itu harus tenggelam. "Padahal dulu Pak Lino (RJ Lino, mantan Dirut Pelindo II) sering pakai kapal ini," ucap Sutrisno. Kapal yang tertambat di samping dermaga Kolinlamil itu tampak kontras dengan sejumlah kapal perang yang besandar tak jauh dari situ. Kapal itu kini menunggu untuk diselamatkan.