BREAKINGNEWS.CO.ID - Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Lieus Sungkharisma menilai bahwa kampanye super akbar Prabowo di Stadion Sriwedari, Solo pada Rabu (10/4/2019) kemarin berlangsung luar biasa. Bahkan, Lieus pun memberikan penilaiannya soal kampanye super akbar Prabowo tersebut.

Menurut Lieus, kampanye Prabowo di 'markas' capres petahana Joko Widodo (Jokowi) ibarat sepak bola. Prabowo, kata Lieus, mencetak tiga gol alias hattrick di kandang lawan tanpa balas.

"Saya melihat kampanye super akbar di kampung halaman Pak Jokowi ini benar-benar luar biasa. Pak Prabowo seperti bungkam 3-0 di kandang lawan. Hattrick atas Pak Jokowi," kata Lieus kepada wartawan, Kamis (11/4/2019).

Selain itu, Lieus yang juga Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi ini kemudian menjelaskan alasannya menyebut capres 02 itu hattrick di Solo.

"Pertama, kita melihat bahwa dari jumlah penonton. Ini benar-benar di luar ekspektasi kami. Saking banyaknya massa, sampai-sampai ada yang nonton pakai layar besar di luar stadion," ujarnya.

Antusiasme warga Solo dan sekitarnya untuk menghadiri kampanye Prabowo, disebut Lieus, menjadi bukti bahwa masyarakat Solo menginginkan adanya pemimpin baru.

"Kalau di kampung sendiri warganya sudah tidak percaya (pada petahana), apalagi di daerah lainnya. Dari Solo justru teriakan 2019 Ganti Presiden begitu lantang," ungkapnya.

"Rakyat berbondong-bondong kesini dari subuh, bahkan Selasa malam sudah ada yang nginap di sekitar lokasi. Mereka datang dengan sukarela, tak dibayar, mau panas-panasan. Harapan mereka hanya satu, menginginkan pemimpin baru, yakni Pak Prabowo dan Bang Sandi," sambung Lieus.

Kedua, Lieus menyinggung kehadiran Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam kampanye akbar paslon 02 di Solo itu.

Menurut Lieus, hadirnya AHY menunjukkan bahwa Partai Demokrat tetap solid dan konsisten mendukung pasangan calon Prabowo-Sandi, sekaligus menepis isu keretakan koalisi Indonesia Adil dan Makmur.

"Kemarin-kemarin ada yang goreng surat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Katanya tak solid, retak, Pak SBY dibilang tak suka dengan kampanye Pak Prabowo dan sebagainya. Tapi semua itu terbantahkan dengan kehadiran Mas AHY," papar Lieus.

"Bahkan Mas AHY dalam orasinya tadi justru mengajak semua pendukung untuk rapatkan barisan di sisa 6 hari jelang pencoblosan pilpres. Jadi semuanya sudah clear dan calo-calo politik yang goreng surat Pak SBY sekarang sudah bungkam," imbuhnya.

Ketiga, tambah Lieus, dirinya pun menyinggung soal Kota Solo sebagai titik terakhir kampanye terbuka Prabowo. "Pak Prabowo mengakhiri kampanye terbuka di Solo tersirat dalam pernyataan Ustaz Bachtiar Nasir bahwa 'dari Solo mereka mulai, dan dari Solo kita akhiri.' Ini sekaligus mengisyaratkan bahwa warga Solo menjadi saksi terakhir perjuangannya sebelum ia terpilih menjadi presiden pada tanggal 17 April, 2019 mendatang," pungkas Lieus.