BREAKINGNEWS.CO.ID - Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto selaku Kaops Terpusat Kontijensi Aman Nusa II Penanganan Covid-19 mengatakan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Brimob, Depok, Jawa Barat sudah menangani pasien terpapar virus corona atau covid-19. Koperasi mini market, warung dan Anjungan Tunai Mandiri yang berada di area sana ditutup untuk umum. 
 
"Sudah jalan (beroperasi) dan saat ini sudah ada pasien. Sebelumnya tujuh (pasien) dan lima orang sudah kembali untuk isolasi dirumah. Sisanya, satu positif dan satu lagi PDP (pasien dalam pengawasan," kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/3/2020).
 
Agus mengatakan ada pembentukan satuan tugas (Satgas) di sana. Pada bagian dalam hanya diisi dokter, perawat dan cleaning service sebanyak 180 personel. Kemudian untuk ring 1 akan diisi personel Kimia Biologi dan Radioaktif (KBR) dari pasukan gegana. Di ring 2, diisi anggota provos untuk menjaga keluarga pasien tidak mendekat ke Rumah Sakit.
 
"Untuk Provos Satlat (satuan latihan) tidak dilibatkan dalam pengamanan di 14 hari pertama. Tapi, dilibatkan apabila ada perpanjangan (waktu) lagi," kata dia.
 
Sebelumnya diberitakan, Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua, Depok Jawa Barat resmi ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pasien Corona Covid-19. Keputusan itu merujuk pada instruksi melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
 
Instruksi Kemenkes ini juga sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI Joko Widodo dan arahan Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz dalam mengantisipasi dampak dari penyebaran virus Covid-19. Terkait hal itu, RS Bhayangkara Brimob pun telah mempersiapkan sarana prasarana berupa ruang isolasi, yang disebut-sebut mampu mengakomodir 17 tempat tidur dan lima perawatan ICU.
 
“Jumlah personel yang disiapkan meliputi personel RS Bhayangkara Brimob dan akan diperbantukan dari personel luar. Dalam hal ini, berkoordinasi dengan Pusdokkes dan Dinas Kesehatan setempat,” kata Wakil Kepala RS Bhayangkara Brimob, Komisaris Polisi dokter Arinando, Jumat, 20 Maret 2020.