BREAKINGNEWS.CO.ID - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diminta menambah pelaksanaan Training Camp (TC) atlet Judo ke luar negeri dari semula satu kali menjadi dua kali. Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI), melalui Manajer Tim Judo ke SEA Games 2019 Hindro Martono.

Rencananya, jika permohonan tersebut dikabulkan, Tim Judo Indonesia akan melaksanakan TC di Korea Selatan dan Jepang. Permohonan tersebut disampaikan langsung oleh Hindro Martono kepada Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelatnas yang dipimpin Staf Ahli Kemenpora, Samsudin di Padepokan Judo di Ciloto, Kabupaten Bogor, Kamis (22/8/2019).

Turut hadir para anggota Tim Monev dari beberapa unsur antara lain Komite Eksekutif KOI, Bambang Rus Effendi, Pembinaan dan Wakil II Ketua Bidang Prestasi (beladiri) KONI Pusat, Syamsuddin, anggota TP4P Kejaksaan Agung, Tri Budi dan dua praktisi olahraga Wien Soehardjo dan Idham Darmawan.

"Pelatnas judo dimulai sejak Januari 2019. Alhamdulillah pelatnas berjalan dengan baik karena didukung fasilitas lengkap yang ada di Padepokan Judo ini," kata Hindro Martono.

"Namun ada satu permasalahan yaitu soal frekuensi TC yang mungkin akan berpengaruh terhadap kesiapan Tim Judo Indonesia berlaga di SEA Games 2019. Awalnya kita susun TC hanya di satu negara. Namun melihat perkembangan kami merencanakan menambahnya menjadi dua negara yaitu di Jepang dan Korea Selatan. Terkait hal ini, sesuai MoU masalah anggaran Judo mendapat anggaran pelatnas sebesar 7,1 miliar rupiah. Sejauh ini kami sudah dapat 5 miliar rupiah. Sisanya mungkin dapat segera dicairkan untuk mendukung pelaksanaan TC di Jepang dan Korea Selatan," paparnya.

Martono lebih lanjut menjelaskan pelatnas judo yang dilaksanakan sejak Januari 2019 diikuti sebanyak 20 atlet (10 putra dan 10 putri). Mereka akan bertanding di 12 nomor dari total 16 nomor (perorangan, beregu dan kata) yang dipertandingkan pada SEA Games 2019.

Ke-10 atlet putra yang dipersiapkan adalah
Johanes Kristopel Pelupessy (kelas -66kg), Budi Prasetyo (-66kg), Iksan Apriyadi (-73kg), I Kadek Pasek Karisna (-81kg), Tony Ricardo Manlolas (-90kg), Gregory Ignacilo Jeremy (-90kg), Gede Ganding Kabu Soethama (-100kg), I Gede Agastya Darma Wardana (-100kg), Embun Cahyono (nomor kata) dan Suliswanto (nomor kata). Sementara 10 atlet lainnya di kelompok putri adalah Amanah Nur Istiqomah ( -52kg), Ni Kadek Anny Pandini (-57kg,) Syerina (-63kg), I Gusti Ayu Putu Guna Kakihara (-70kg), Fania Farid (-70kg), Tiara Arta Garthia (-78kg), I Dewa Ayu Mira Widari (+78kg), Ike Faradiba Nurjannah (+78kg), Lie Grace Nathalia (kata dan Cynthia Trubus Octaviani (nomor kata). Mereka digembleng oleh empat pelatih yaitu Venny Pantouw, Luky Afari, Ade Sujana dan Suwarno Awaluddin.

Pada kesempatan tersebut, salah seorang atlet menanyakan soal asuransi perlindungan untuk atlet yang mengalami cedera atau sakit.

Semua Disiapkan

Menanggapi permintaan Tim Judo untuk penambahan jadwal TC di luar negeri, Staf Ahli Kemenpora, Samsudin menyatakan pihaknya perlu memastikan terlebih dahulu apakah try out sudah termasuk (include) di dalam anggaran Rp 7 miliar yang dialokasikan untuk persiapan Tim Judo atau tidak.

"Sesuai mekanisme aturan. Sepanjang anggaran yang sudah digunakan bisa dipertanggungjawabkan. Akan dibantu," papar Samsudin.

"Terkait soal asuransi untuk atlet sudah tercover dalam MoU antara PB PJSI selaku induk cabor dengan Kemenpora. Jadi dari total dana yang dialokasikan untuk membiayai persiapan judo ke SEA Games 2019, sebagian dana sifatnya cadangan anggaran untuk hal-hal yang bersifat emergensi. Nanti kalau sudah resmi dikukuhkan menjadi kontingen akan ada asuransi dari pemerintah. Pemerintah ingin semua disiapkan. Walaupun anggaran relatif pas-pasan, namun bisa mengcover kebutuhan persiapan Tim Judo ke SEA Games 2019.

Samsudin menegaskan kegiatan Monev pelatnas cabor-cabor yang dipersiapkan ke SEA Games 2019 adalah untuk memfungsikan peran dari Perpres No 95 Tahun 2017 tentang BPON.

"Bahwa harus ada pengawasan terkait dengan pelatnas di semua cabor. Khusus kali ini yang ditinjau ada tiga cabor yaitu golf, sambo dan judo. Yang jelas kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa program pelatnas yang dilaksanakan cabor-cabor sudah berjalan dengan baik," kata Samsudin.

"Kita tidak ingin apa yang sudah dijanjikan oleh cabor kepada Kemenpora selaku pemegang kebijakan dan regulasi tidak berjalan dengan baik. Makanya kita harus mendatangi secara langsung untuk melihat secara langsung bagaimana proses pelatihannya kemudian bagaimana persiapannya, bagaimana optimisme untuk meraih medali dan permasalahan apa yang muncul. Alhamdulilah semua berjalan dengan baik. Memang masih ada beberapa masalah tetapi relatif kecil. Bisa kita atasi dalam waktu yang tepat," pungkasnya.

Samsudin memastikan seluruh pelatnas cabor yang dipersiapkan ke SEA Games 2019 akan dimonitor dan dievaluasi.