JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai perencanaan pembangunan pusat dan daerah banyak yang tidak sinkron. Buktinya,  tidak kurang dari 30 pelabuhan di tanah air belum memiliki akses jalan. “Ini belum sinkron, coba lakukan bersama-sama lakukan perencanaan fokus. Bolak-balik sudah saya sampaikan, orientasi pada proyek harus ada fokus dan skala prioritas di setiap provinsi dan kota,” tuturnya di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Presiden Jokowi meminta sinkronisasi pembangunan antara pusat dan daerah bisa diperbaiki. Pasalnya, ada lebih dari 30 pembangunan pelabuhan yang ternyata tidak ada jalannya. Kemudian, ada pembangunan waduk belum ada irigasinya.

Menurut dia, sinkronisasi pengerjaan proyek pusat dan daerah salah satu upaya memaksimalkan waktu. Di mana waktu sekarang ini dianggap sebagai komoditas termahal di dunia. “Masak saya temukan ada museum di tengah hutan. Oleh sebab itu semua jangan dibuat ruwet, disederhanakan supaya semua cepat dan cepat. Jangan buang-buang waktu dan ada sinkronisasi pusat dan daerah,” tukasnya.

Menyikapi sindiran tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pihaknya terus mengerjakan jalan akses menuju pelabuhan secara bertahap. “Kita tetap bertahap kita kerjakan. Misalnya yang di (pelabuhan) Muara Sabak,” ujarnya.

Pembangunan jalan untuk 30 pelabuhan ini pun tidak memiliki target. Pasalnya, kata Basuki, pengerjaannya disesuaikan dengan anggaran pembangunan yang ada. “Biayanya tidak terlalu besar kok, mungkin jalan masuknya. Jadi kita kerjakan terus,” tuturnya.

Dijelaskan lagi oleh Basuki, anggaran kerja Kementerian PUPR di tahun 2019 diajukan sebesar Rp107 triliun. Sementara pada tahun ini sebesar Rp106 triliun.