BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) serta pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud sepakat akan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, terutama di sektor energi dan pariwisata.

Kesepakatan ini dilakukan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi untuk menemui Raja Arab Saudi ketujuh itu di Istana Pribadi Raja Salman, Al-Qasr Al-Khas, Minggu sore, (14/4/2019). "Presiden Jokowi dan Raja Salman sepakat ke depan, kerja sama ekonomi akan terus ditingkatkan terutama di bidang energi dan pariwisata," kata Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi seusai pertemuan, seperti tertulis dalam siaran pers yang diterima Breakingnews.co.id, Senin (15/4/2019).

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi juga mengapresiasi kebijakan Saudi yang memberikan kembali 10 ribu kuota haji tambahan bagi jamaah Haji Indonesia. Pemberian tambahan kuota ini dilakukan Saudi pasca tragedi crane di Ka'bah, Mekah pada 2017 lalu. Tidak hanya menambah kuota, Saudi juga kembali menormalkan jumlah jemaat yang bisa menunaikan ibadah haji, dari 168 ribu menjadi 211 ribu. Sehingga total kuota haji Indonesia mencapai 221 ribu sejak tahun lalu hingga saat ini.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, dan Staf Khusus Presiden Abdul Ghofarrozin. Tiba di Arab Saudi pada pukul 13.50 waktu setempat, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana disambut langsung oleh Raja Salman di halaman depan Istana Pribadi Raja (Al-Qasr Al-Khas) tersebut.

Sebelumnya, Presiden dan Ibu Iriana sempat berbincang sebentar dengan Raja Salman di ruang tunggu utama dan dilanjukan dengan jamuan santap siap bersama. Adapun menu yang disuguhkan Raja Salman kepada Presiden Jokowi adalah makanan khas Timur Tengah, antara lain sup harira, daging iga sapi, nasi mandhi dengan ayam, dan sejumlah makanan penutup dan manisan khas Arab Saudi.