BREAKINGNEWS.CO.ID--Calon presiden nomor urut 01, Jokowi menegur pihak-pihak yang sengaja menebarr teror ketakutan jelang pilpres 17 April mendatang. Menurut Jokowi, pemilu adalah pesta demokrasi yang penuh kegembiraan.

Dia menilai, pesta yang digelar oleh rakyat dan untuk rakyat itu jangan sampai dirusak oleh kepentingan pihak-pihak yang menghalalkan segala macam cara. Bahkan dengan menebar hoax dan teror ketakutan.

"Inilah yg dinamakan pesta demokrasi. Pesta harus seneng, gembira. Jangan sampai dengan adanya pesta demokrasi diciptakan adanya ketakutan," ujar Jokowi.

Pria asal Solo itu juga mengajak semua pihak agar menjaga persaudaraan dan rasa kasih sayang. Jangan sampai pemilu justru dijadikan sarana untuk menebar kebencian terhadap kelompok atau orang lain yang memiliki pandangan politik yang berbeda. "Jangan sampai ada marah marah. Gak boleh," kata Jokowi menambahhkan.

Dalam kesempatan berpidato di hadapan alumni Pangudi Luhur, Jokowi pun menyerukan semangat untuk melawan praktik-praktik negatif, sepert korupsi. Korupsi dasarnya adalah kebohongan. Karena itu, jangan memilih calon yang gemar menebar kampanye kebohongan. "Alumni PL pada bawa sapu untuk bersihkan hoaks. Hasutan, korupsi. Inilah simbolnya sapu. Harus bersih," Jokowi menyeruka

Tak lupa, di waktu yang tinggal menyisakan sekitar 10 hari sebelum pemilihan, Jokowi megatakan kepada pendukungnya untuk terus bersemangat. Kini saatnya untuk total dalam mengampanyekan program-program dari rumah ke rumah maupun mulut ke mulut.

"Kita waktunya tinggal berapa hari ? 10 hari. Jangan kasih kendor, harus terus gaspol," kata Jokowi menegaskan.