BREAKINGNEWS.CO.ID – Gambaran Kabinet Kerja jilid makin tampak. Kisi-kisinya, Presiden Joko Widodo memberi sinyal untuk menunjuk pembantunya dalam pemerintahan di Indonesia untuk lima tahun ke depan dari kalangan muda. Bahkan sudah ada calon menteri yang usianya di bawah 35 tahun, bahkan ada yang di bawah 30 tahun.

"Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/8/2019), dalam pertemuan dan makan siang bersama sejumlah pimpinan redaksi media massa.

Perohal menteri dengan usia yang masih muda ini, saat ditanya apakah mereka berasal dari industri start0-up, Jokowi takmau menjawabnya. Ia haknya tersenyum. Ia tidak mengiyakan, tidak juga menampiknya.

Jokowi selanjutnya malah menceritakan, ketika menyaring calon-calon menteri usia muda ini, banyak sekali nama yang masuk. Usulan itu semua ditampungnya.  "Tetapi saya mempertimbangkan kemampuan manajerialnya. Ada yang sangat percaya diri, tapi lemah manajerialnya," ujarnya.

Menurut Jokowi, menteri usia muda ini kelak akan duduk di kementerian yang lama, bukan yang baru. Jokowi sendiri diyakini akanmembuat kementerian baru seperti Kementerian Investasi. "Makanya dibutuhkan manajerial yang kuat," katanya. Sejak lama Jokowi juga telah mengungkapkan ingin ada anak- anak muda yang menjadi menteri di kabinet periode keduanya

Menurut Jokowi, ia tak hanya akan mempertimbangkan anak- anak muda yang berasal dari kalangan profesional, tapi juga partai politik. "Saya minta dari partai juga ada yang muda, ada dari profesional juga," kata Jokowi saat ditanya wartawan di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Jokowi mengaku sudah meminta dan mempersilakan parpol pendukungnya di koalisi untuk mengusulkan sebanyak-banyaknya nama calon menteri. Ia berharap ada nama-nama politisi muda dari sejumlah nama yang diusulkan.  "Ya enggak apa-apa, mau minta 10, mau minta 11, mau minta 9, kan enggak apa-apa, wong minta saja," kata dia.

Di sisi lain, Jokowi juga akan mencari anak-anak muda dari kalangan profesional. Ia juga menilai saat ini banyak anak muda yang hebat di berbagai bidang. "Kalau enggak ada dari partai, kita cari sendiri dari profesional. Profesional muda kan banyak banget," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.