BREAKINGNEWS.CO.ID--Ibukota yang menjadi lautan putih pada Sabtu (13/4/2019), jelas membuktikan bahwa kampanye terbuka capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam acara bertajuk, Rapat Umum Rakyat, Konser Putih Bersatu itu jauh lebih besar besar ketimbang perhelatan serupa yang digelar capres-cawapres 02 yang berlangsung pekan lalu

Sejak pagi hari, arak-arakan ratusan ribu massa berbaju putih sudah menuju kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Jalan-jalan protokol di Jakarta, sejak MH Thamrin hingga Jenderal Sudirman, serta jalan arteri penuh sesak dipadati massa yang melakukan konvoi dari sejumlah wilayah. Massa juga memadati berbagai transportasi publik, seperti Transjakarta dan MRT yang melintasi Senayan.

"Apa kabar Indonesia! Apa kabar Jakarta? Saat ini kita berkumpul untuk membakar semangat juang dalam memajukan bangsa Indonesia. Tidak ada secuil rasa pesimis. Hanya ada optimis! Kami tidak akan klaim berapa jumlah yang hadir disini. Biar gambar yang berbicara, biar rakyat yang membuktikan, biar hati yang merasakan," ucap Jokowi berapi-api yang langsung disambut teriakan para pendukung yang memekakkan telinga.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengangkat isu hoax, berita bohong, dan fitnah yang beredar di tanah air. Terutama dalam konstelasi Pilpres 2019. "Jangan sekali-sekali berteriak kami penuh kebohongan, jika menciptakan kebohongan. Jangan berteriak ingin perubahan, jika tak memiliki gagasan, dan jangan pula teriak akal sehat, jika tidak bisa berpikir jernih. OLeh karena itu, kontestasi politik hanya musiman. Pilihlah, apa yang Anda yakini. Lihat perubahan sekitar. Tapi persatuan dan kerukunan adalah nomer satu," ujar Jokowi.

Oleh karena itu, demi melanjutkan pembangunan dibutuhkan pemimpin yang tegar. Jokowi menekankan,  menjadi pemimpim pemerintahan tidaklah mudah, butuh pengalaman-pengalaman di bidang pemerintahan pula. "Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk memimpin dari lingkup kecil pemerintahan tingkat

Kotamadya, kemudian Provinsi dan saat ini menjadi Presiden RI. Pengalaman adalah kunci awal dari sebuah solusi. Indonesia tidak akan bubar, kita sudah berada pada jalan yang benar, kita optimis menatap masa depan," jelasnya.

Bagi Jokowi, infrastruktur merupakan fondasi dasar sebuah negara maju yang telah dilaksanakan dan mulai rasakan. Beragam program-program pro rakyat telah dijalankan sehingga tingkat kemiskinan turun dibawah 10%, pertumbuhan ekonomi meningkat, serta 10 juta lapangan pekerjaan sudah menanti.

"Inilah kemajuan, dan kita jangan khufur nikmat. Karena itu, saya dan KH Ma'ruf Amin akan meneruskan program kerja yang penuh optimisme. Dengan KIP Kuliah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Sembako. Pemerintah Dilan, digital melayani akan mempercepat birokrasi dan sebagai komitmen anti korupsi. Membangun peradaban dengan teknologi informasi di setiap pelosok demi terwujudnya Indonesia maju," lanjutnya.