BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mengubah pola bangsa Indonesia yang semula konsumtif menjadi produktif. Hal itu ia ungkapkan saat memberikan pidato pada acara ulang tahun televisi swasta nasional di Jakarta, Senin (26/11/2018). "Kita semua ingin bangsa ini hijrah, hijrah dari yang konsumtif ke produktif. Kita ingin hijrah menuju bangsa yang produktif, efisien, dan kompetitif. Tanpa ini saya meyakini sangat berat bagi kita berkompetisi dengan negara lain," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, memang perubahan itu tak bisa dilakukan begitu saja. Dibutuhkan upaya-upaya panjang dan berproses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Di antaranya dengan memperbaiki struktur fiskal negara kita. Jokowi mencontohkan, kebijakan untuk memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan digunakan untuk membangun infrastruktur seperti jalan, bandar udara, jalan tol dan pembangkit tenaga listrik.

Pembangunan tidak hanya dipusatkan di Pulau Jawa, tetapi membangun sentra-sentra ekonomi baru di Pulau Jawa dan mewujudkan keadilan sosial di seluruh daerah. "Orientasi kami memang tidak Jawa sentris, tidak hanya di Pulau Jawa tapi Indonesia sentris, inilah perubahannya. Kita memilih yang Indonesia sentris karena kita ingin membangun Indonesia untuk keadilan sosial, untuk memunculkan sentra-sentra ekonomi baru di luar Jawa," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Kalau saya orang politik, yang benar memang dibangun di Jawa karena kurang lebih 60 persen penduduk kita ada di Jawa, return ekonominya cepat kalau dibangun di Jawa. Return politiknya juga baik karena 60 persen penduduk ada di Jawa," ujarnya, menambahkan.

Namun, Jokowi mengungkap bahwa risiko politik dan ekonomi tersebut sudah dihitung oleh pihaknya. Tetap saja, orientasi Indonesiasentris yang dipilih pemerintah dalam membangun negara ini. "Karena kita memang ingin membangun Indonesia untuk sebuah keadilan sosial, untuk memunculkan sentra-sentra ekonomi baru di luar pulau Jawa," ucapnya.