BREAKINGNEWS.CO.ID - Setelah sukses membawa film horor berjudul "Pengabdi Setan" sebagai film terlaris dengan jumlah penonton terbanyak pada 2017. Sutradara ternama Joko Anwar dikenal sampai ke luar negeri. Selain mendapat penghargaan  Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Film arahan pria 42 tahun tersebut juga berhasil meraih penghargaan internasional, salah satunya adalah Scariest Film Award di Florida, Amerika Serikat.

Kemampuan Joko Anwar di dunia film ternyata telah menarik produser Ivanhoe Pictures untuk bekerja sama, rumah produksi film Crazy Rich Asians itu berencana merangkul Joko Anwar untuk membuat film Indonesia. Tak tanggung-tanggung, tiga film sekaligus akan diproduksi Ivanhoe Pictures bersama sutradara Joko Anwar.

Ivanhoe dikabarkan akan bekerja sama dengan studio yang berbasis di Indonesia, Base Entertainment, rumah produksi asal Korea CJ Entertainment, dan Rapi Films. Seluruhnya dirancang untuk bekerja sama dalam pengembangan, pendanaan, serta produksi.

Keempat rumah produksi itu akan berkolaborasi dalam hal bisnis dan produksi. Base Entertainmet akan berperan langsung dalam hal distribusi di Indonesia.

“Menggabungkan keahlian dari perusahaan produksi internasional yang sudah mapan seperti Ivanhoe dan CJ Entertainment dengan perusahaan lokal yang terampil, Base Entertainment dan Rapi Films,” kata CEO Ivanhoe Pictures, John Pennoti.

Pennoti mengatakan, rumah produksi lokal memiliki pemahaman mengenai kesukaan masyarakat Indonesia. Karena itu, menurut dia, kolaborasi tersebut penting untuk dilakukan.

“Base Entertainment dan Rapi Films memiliki pemahaman penting tentang warga Indonesia dan pasar yang berkembang pesat,” ucap Pennoti.

Menurut Shanty Harmayn, CEO dan co-founder Base Entertainment, kolaborasi tersebut, berpotensi untuk menghadirkan konten yang lebih baik untuk Indonesia. Apalagi dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia punya potensi untuk memajukan industri film dalam negeri.

“Visi kami untuk menciptakan konten yang menarik untuk pasar Indonesia yang berkembang pesat, serta untuk audiens internasional yang lebih besar,” kata Shanty.

Lewat kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi industri perfilman tanah air. Apalagi pemerintah saat ini sedang gencar mendorong pengembangan ekonomi kreatif.