BREAKINGNEWS.CO.ID- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan membebaskan terpidana Terorisme, Abu Bakar Baasyir. Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate menilai pemerintah tentu secara sungguh-sungguh memperhatikan aspek kemenusiaan atas wacana pembebasan tersebut. 
 
"Terkait ustad Abu Bakar Baasyir ( ABB ) dapat disampaikan bahwa belum ada keputusan dari Pemerintah terkait pembebasan bersyarat sebagaimana yang diminta oleh keluarga ustad ABB tahun 2017. Namun tentu pemerintah akan dengan sungguh-sungguh memperhatikan aspek kemanusiaan dan usia terpidana yang sudah sangat senior," ujar Johnny kepada BreakingNews.co.id, Selasa (22/1/2019). 
 
Akan tetapi kata Johnny, Presiden Jokowi Widodo tidak akan berkompromi terkait dengan syarat pembebasan bersyarat menyangkut  Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. 
 
"Kami meyakini bahwa Presiden Jokowi Widodo tidak akan berkompromi terkait dengan syarat pembesan bersyarat menyangkut  Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.  Jika Ustad ABB menolak syarat-syarat yang ditetapkan Pemerintah maka proses pembebasan bersyarat ustad ABB akan sulit terlaksana," tegasnya. 
 
"Kami berharap ada mekanisme yang bisa menjadi acuan pembebasan bersyarat ustad ABB  tersebut dengan tetap memperhatikan konsensus kebangsaan sebagai prasyarat yang utama dan merupakan prasyarat yang tidak tergantikan," tambahnya. 
 
Presiden Joko Widodo sebelumnya menyebutkan pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir dilakukan demi dan atas dasar pertimbangan alasan kemanusiaan. "Ya, yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya, beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah meninjau Rusun Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Nglampangsari, Cilawu, Garut, Jabar, Jumat (18/1).