BREAKINGNEWS.CO.ID – Saat debat Pilpres 2019 lalu, Presiden Joko Widodo atau calon 01, sempat menyebut soal kepemilikan lahan dari Prabowo Subianto calon 02. Tanah seluas 220 ribu di Kaltim akhirnya memang diakui oleh Ketua Umum Partai Gerindra itu dalam penguasaannya dengan status HGU (Hak Guna Usaha).  

Kini Presiden Jokowi telah memustuskan untuk memindahkan ibu kota negara RI dari Jakarta ke Kaltim. Tepatnya di sebagian wilayah Kabupaten Penajem paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara. Secara spesifik belum ditentukan di sebelah titik mana. Ada petunjuk jika kota itu akan berdekatan dengan pantai.

Pengumuman yang dilakukan Jokowi pada Senin (26/7/2019) ini langsung direspon berbagai pendapat. Banyak yang setuju, namun banyak pula yang kontra. Namun di antara yang setuju adalah Partai Gerindra. Partai yang dipimpin oleh Prabowo ini menyambut baik rencana tersebut.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo, sang ketua umum , Prabowo, mengakui memang mempunyai lahan di Kalimantan Timur (Kaltim). Prabowo bahkan siap memberikan kembali lahannya itu untuk bangsa dan negara.

“Tidak hanya itu dan sekalipun tidak ada apa-apanya bagi kami demi kebaikan bangsa dan negara kami akan lakukan itu bahkan kalau diminta lahan kami pun saya yakin Pak Prabowo akan kasih,” kata Edhy, Selasa (27/8/2019).

Tak hanya tanah milik Prabowo, Edhy juga menjelasakn jika ada pula lahan milik Hashim Djojohadikusumo, adik dari Prabowo Subianto yang berada di Penajam Paser Utara. Meski belum tahu persis lokasinya, namun lahan itu juga siap dipergunakan untuk calon ibukota.

“Saya pikir kita tidak perlu berpolemik tentang itu. Bicara apapun Pak Prabowo sudah menyampaikan kepada publik kepada kita semua kepada seluruh rakyat Indonesia manakala diperlukan untuk kepentingan negara beliau akan siap untuk memberikan apapun yang beliau miliki itu yang selama ini,” ungkapnya.

Partai Gerindra sejak awal memang mendukung pemindahan ibu kota negara tersebut, meski ada beberapa syarat. Bahkan Gerindra juga sempat mengusulkan agar pemindahan ibu kota di Jonggol, Jawa Barat. “Kami sampaikan, kami sendiri itu mengusulkan bukan di Kaltim, di Jonggol. Kenapa harus ke Kaltim kalau di Jonggol bisa itu saran kami,” ucapnya.

Sementara Prabowo sendiri sudah mengklaim bahwa pemindahan ibu kota negara merupakan perjuangan partainya sejak lama. Gerindra sudah  menyebut tentang rencana pindah ibukota sejak 2014 lalu. Namun pemindahan tersebut perlu penelitian yang baik. “Perpindahan ibu kota itu sudah perjuangan Gerindra lama, dari 2014 kita sudah berjuang untuk pemindahan ibu kota,” kata Prabowo seusai upacara peringatan HUT RI, Sabtu (17/8/2019).

Pindah ibukota bukan perkara gampang karena harus memindahakan jutaan orang lengkap dengan berbagai fasilitasnya. Tentu diperlukan pengkajian yang matang agar biaya besar untuk mempersiapkan sebuah daerah menjadi ibu kota negara.

“Tentu pindah ibu kota perlu penelitian yang baik, tempat di mana, bisa diterima semua pihak dan biaya juga tidak ringan. Cari yang terbaiklah, harus dicari,” ujar Prabowo. Namun ia tidak mau menanggapi panjang lebar. Ia hanya mengatakan bahwa pemerintah harus mencari tempat yang terbaik. “Ya dicari yang terbaik lah, harus dicari pakar-pakar, cari-cari konsesus yang terbaik,” ujar Prabowo.