BREAKINGNEWS.CO.ID-Jemaah haji Indonesia yang menderita sakit di Tanah Suci akan diprioritaskan kepulangannya ke Tanah Air. Keberangkatan mereka akan disesuaikan dengan ketersediaan kursi pada kloter-kloter awal kepulangan.

“Jemaah yang sakit tentu mendapat prioritas kepulangan ke Tanah Air lebih cepat dan masuk dalam kategori jemaah tanazul,” kata Kepala Daker Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsyad Hidayat, Minggu (26/8/2018), kepada tim Media Center Haji (MCH) Daker Bandara, sebagaimana dikutip dari situs resmi Kementerian Agama Minggu sore.

Ia mengatakan, pihaknya akan menyisir kekosongan kursi pada jemaah yang akan pulang pada kloter-kloter awal untuk diisi tempatnya oleh jemaah sakit yang akan dipulangkan.

Kekosongan kursi rombongan jemaah yang pulang ke Tanah Air dimungkinkan karena ada anggota kelompok terbang bersangkutan meninggal dunia atau berhalangan pulang bersama rombongan mereka. Menurut Arsyad, nantinya jemaah sakit yang akan dipulangkan pada gelombang pertama ini akan didorong dari lokasinya dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah atau rumah sakit Arab Saudi ke KKHI Jeddah di Madinatul Hujjaj.

Di KKHI Jeddah akan ada proses stabilisasi terlebih dahulu. Bila dinyatakan bisa terbang, jemaah akan langsung diberangkatkan ke Bandara King Abdulaziz Jeddah. Akan ada pemeriksaan terakhir dari pihak kesehatan bandara  menjelang naik pesawat. “Pihak bandara dan maskapai ingin memastikan bahwa jemaah sakit tersebut tidak bermasalah selama dalam perjalanan," kata Arsyad.

Petugas kesehatan juga nantinya akan mengobservasi apakah jemaah bersangkutan perlu dibaringkan selama penerbangan atau cukup dengan kursi tunggal. Hal tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak Daker Bandara guna memastikan ketersediaan tempat duduk.

Pada akhir pemulangan jemaah ke Indonesia, ketika penerbangan ke debarkasi tertentu sudah habis, ada kemungkinan jemaah sakit tak tiba di bandara tempatnya berangkat. Pihak Kementerian Agama, imbuh Arsyad, akan memfasilitasi kepulangannya ke bandara tujuan.

Sejauh ini, KKHI Mekah mencatat, telah melayani sebanyak 2.264 jemaah haji. "Dari jumlah itu, yang sempat dirawat sebanyak 654 jemaah dan yang masih dirawat sampai saat ini sebanyak 288 jemaah,"  ujar Kepala KKHI Mekah dr. Nirwan Satriya.  Sedangkan yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi sebanyak 102 jemaah. Sementara jumlah jemaah yang wafat di Tanah Air hingga Minggu sore ini tercatat sebanyak 160 jemaah.