BREAKINGNEWS.CO.ID - Ribuan masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel), Banten antusias menghadiri acara Gebyar Hizb Nashr dan Doa Bersama untuk keselamatan bangsa dan negara yang diinisiasi oleh Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) di Kampung Buaran, BSD, Tangsel,Minggu (17/3/2019).

Ketua Presidium JARI 98, Willy Prakarsa berharap melalui acara tersebut, publik tanah air khususnya masyarakat Tangsel bisa berperan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang Pileg dan Pilpres yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang.

JARI 98 yang menyatakan dukungannya kepada pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin pun menyindir doa Neno Warisman yang viral di media sosial.

Selain itu, JARI 98 juga menyinggung soal ancaman Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais yang akan people power jika jagoannya kalah di Pilpres 2019. Jagoan Amien tersebut tak lain yakni pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

Kata Willy, hal itu justru berpotensi memecah belah masyarakat. "Mari menjaga kesejukan, jaga persatuan bangsa. Melalui acara ini kita berdoa yang menyejukkan agar suasana menjadi kondusif, aman dan nyaman. Juga bangsa ini tidak terpecah belah bukan sebaliknya," ungkap Willy, Minggu (17/3/2019).

Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk mengisi pesta demokrasi ini dengan suka cita bukan penuh amarah. Kata Willy, jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat masyarakat terpecah. Kontestasi politik ini merupakan mekanisme lima tahunan, sementara persatuan yang di miliki ini harus tetap langgeng selamanya.

"Sekali lagi satukan hati mari jaga persatuan dan kesatuan. Insya Allah dengan doa yang menyejukkan ini kita bisa menang," terang Willy.

Selain itu, Willy juga mengapresiasi pemerintahan Jokowi dalam upaya pemberantasan korupsi yang tidak tebang pilih. Dan kata Willy, Jokowi sebagai sosok yang bersih terutama tidak melibatkan posisinya untuk kepentingan keluarga.

"Dalam penegakan hukum tidak pandang bulu. Dan soal nepotisme saya kira tidak ada. Anak beliau bisnisnya katering, martabak juga jualan pisang goreng," pungkasnya.