Nairobi--Pasukan keamanan telah ditingkatkan di ibukota Kenya, Nairobi, menjelang pelantikan Presiden Uhuru Kenyatta untuk masa jabatan kedua.  Lebih dari 20 kepala negara atau menteri senior diharapkan hadir dalam. Upacara digelar pada Selasa (28/11/2017) di sebuah stadion olahraga di Nairobi.

Upacara ini dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 waktu setempat. Penyelenggara mengharapkan sekitar 60.000 orang hadir untuk mengisi tempat tersebut dan layar raksasa telah dipasang di luar stadion untuk mereka yang tidak dapat masuk. Wakil Presiden Kenyatta, William Ruto, juga akan dilantik.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Uganda Yoweri Museveni, dan Presiden Rwanda Paul Kagame, akan menjadi salah satu pemimpin asing yang diharapkan hadir. 

Sementara Pemimpin oposisi, Raila Odinga, yang kembali memboikot pemilihan presiden, telah menyerukan sebuah demonstrasi, meski ada larangan polisi. Pemilihan presiden Agustus 2017 dibatalkan oleh Mahkamah Agung atas apa yang disebutnya "penyimpangan".

Mahkamah Agung Kenya mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membatalkan pemilihan presiden 8 Agustus. Ia juga meminta sebuah pemilihan ulang baru pada bulan September dengan alasan "penyimpangan dan ilegalitas".

Hakim Agung David Maraga mengatakan bahwa pemilihan tersebut tidak "dilakukan sesuai dengan konstitusi" dan menyatakannya "tidak sah, tidak berlaku dan batal". Pengadilan tersebut mengatakan bahwa hasilnya "tidak transparan dan tidak dapat diverifikasi".

Pemimpin Oposisi Raila Odinga menyerukan boikot atas pelantikan presiden Kenya.

 

Odinga kemudian mendesak pendukungnya untuk memboikot pemungutan suara kedua karena dia mengatakan tidak ada reformasi yang dilakukan terhadap komisi pemilihan sejak pemilihan awal. Namun, pemilihan ulang berjalan di bulan Oktober 2017 dan Mahkamah Agung telah memvalidasi hasilnya. Pemilihan ulang, pada 26 Oktober 2017, akhirnya menyatakan Kenyatta memenangkan 98% suara namun dengan jumlah total pemilih kurang dari 39% dari pemilik suara di seluruh Kenya.

Koalisi oposisi Kenya telah meminta para pendukungnya untuk memboikot pelantikan presiden tersebut dan malah mengadakan demonstrasi untuk mengenang orang-orang yang tewas dalam bentrokan sejak pemilihan Agustus. Polisi telah memperingatkan koalisi untuk tidak menyelenggarakan acara tersebut.

Media di Kenya mengatakan bahwa sengketa pemilihan telah membuat Kenya kini terbelah sepenuhnya. Akibat kedua pemilihan itu penuh dengan ketegangan dan Kenyatta akan menghadapi tugas berat dalam menyatukan sebuah negara yang retak. Sekitar 50 orang dilaporkan terbunuh dalam kekerasan sejak Kenyatta dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan awal Agustus.