BREAKINGNEWS.CO.ID - Menjelang debat pertama Pilpres 2019 berlangsung, pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan bantuan setidaknya dari tiga orang mantan penyiar televisi. Mantan penyiar televisi itu pun sudah dipastikan bergabung kedalam tim paslon 01. Lantas bagaimana dengan persiapan paslon nomor urut 02 menjelang debat yang akan berlangsung pada 17 Januari 2019 mendatang?

Tak ingin kalah, cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno mengungkapkan jika pihaknya mendapat masukan dari mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menghadapi persiapan debat.

"Kalau disebelah dapat bantuan dari mantan penyiar televisi, kita disini dapat masukan dari mantan Komisioner KPK. Kita natural saja. Tak hanya itu, kita juga dibantu beberapa pakar, praktisi, kita nggak ada presenter yang poles," ujar Sandiaga, Rabu (9/1/2019).

Namun, apakah mantan komisioner KPK yang dimaksud adalah Bambang Widjojanto. Sandi mengaku belum tahu siapa mantan komisioner KPK yang dimaksud. Ia berkilah jika bahan debat yang sudah rampung masih terkait dengan visi misi hukum dan HAM, belum masuk visi misi soal korupsi. "Siap orangnya saya elum tahu. Tapi tadi kami baru visi-misi hukum dan HAM, belum korupsi," tuturnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Sandiaga juga menanggapi hasil survei Indikator. Sandiaga yang juga mantan Wakil GubernurDKI Jakarta itu mengatakan jika dirinya hanya mempercayai survei internal yang diklaim sudah mendekati pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Survei internal kami menunjukkan kita masih tertinggal dengan jarak sekitar 10 persen, kami sudah baru saja cross 40 persen dan kita harap di bulan ke depan kita bisa mengejar ketinggalan. Tim big data kami prediksi sekitar Maret pertengahan semakin ketat, dan mudah-mudahan terjadi crossing di bulan Maret," terangnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa Provinsi JawaTengah juga akan terus menjadi fokus Sandi berkampanye. Dirinya mengatakan masih banyak warga yang belum memahami visi-misi Prabowo-Sandi.

"Banyak sekali masyarakat yang belum mengerti visi-misi kita, belum mendapat informasi apa yang jadi program dan rencana aksi untuk Prabowo-Sandi lakukan. Itu yang kita harus lakukan se-autentik mungkin dengan mengangkat isu relevan kehidupan mereka sehari-hari, tentu memberi solusi," ungkapnya.