BREAKINGNEWS.CO.ID - Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker mengatakan beberapa tokoh pemimpin Uni Eropa akan mengadakan pertemuan informal guna membahas krisis imigrasi di Brussels pada pekan ini. Pertemuan tersebut digelar untuk mencari jawaban menjelang pertemuan utama yang akan digelar pada pekan depan.

Para pemimpin Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Yunani, Austria serta Bulgaria juga akan dilibatkan dalam pertemuan ini. Dilansir AFP pada Rabu (20/6/2018), Perdana Menteri Malta juga sudah menerima undangan dari Juncker.

"Saya mengadakan pertemuan kerja informal tentang masalah migrasi dan suaka di Brussels pada hari Minggu, untuk bekerja dengan para Kepala Negara atau Pemerintah anggota yang tertarik mencari solusi Eropa menjelang #EUCO mendatang (Dewan Eropa)," kata Juncker melalui Twitter.

Seluruh 28 pemimpin Uni Eropa Kamis (28/6)mendatang dijadwalkan akan membahas rencana untuk merombak sistem suaka blok yang sudah berada di bawah tekanan berat sejak dilanda krisis pengungsi 2015 lalu.

Upaya mencapai konsesus telah dimulai menyusul perkembangan baru di Eropa. Negara-negara di benua tersebut berselisih dalam menentukan tuan rumah untuk para pendatang baru. Setelah mengizinkan lebih dari satu juta pencari suaka ke Jerman pada tahun 2015, Kanselir Jerman, Angela Merkel berbalik menentang keras imigrasi. Saat ini, Merkel sedang berjuang untuk masa depan politiknya.

Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer sudah mengultimatum Uni Eropa agar mencapai kesepakatan dengan negara-negara garis depan, seperti Italia serta Yunani untuk memungkinkan Jerman mengembalikan para pencari suaka dalam waktu dua pekan.