BREAKINGNEWS.CO.ID – Mantan pacar mega bintang Juventus Cristiano Ronaldo, Jasmine Lennard, mengungkapkan kalau dirinya pernah diancam akan dibunuh serta dimutilasi oleh pemain berjuluk CR7 tersebut. Dilansir dari Marca, Kamis (10/1/2019), Lennard menyampaikan pengakuan tersebut melalui akun Twitter-nya. Dirinya mengungkapkan ancaman tersebut pernah didapatnya saat dia masih menjalani hubungan dengan mantan pemain Real Madrid itu.

"Dia [Ronaldo] pernah mengatakan kepada saya apabila saya kencan dengan orang lain atau meninggalkan rumah, dia akan menculik serta akan memutilasi tubuh saya kemudian memasukkannya ke dalam kantong serta dibuang ke sungai. Ya, saya memiliki bukti apa yang saya katakan. Dia adalah psikopat," terang Lennard dalam akun Twitter-nya.

Jasmine Lennard bersedia bicara dengan Kathryn Mayorga dan tim legalnya untuk menawarkan bantuan atas kasus pemerkosaan melawan Cristiano [Ronaldo]. (Foto: Dok. twitter).

Lennard merupakan model berusia 33 tahun asal Inggris yang disebut pernah menjalani hubungan dengan Ronaldo saat pemain itu masih memperkuat Manchester United antara 2003 hingga 2009 lalu. Dalam akunnya itu, Lennard mengungkapkan alasan membeberkan soal ancaman yang pernah ia dapatkan tersebut. Itu terkait kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan Ronaldo terhadap Kathryn Mayorga, perempuan asal Amerika Serikat, pada 2010 lalu.

"Atas dasar catatan ini dan setelah saya pikirkan, saya bersedia bicara dengan Kathryn Mayorga dan tim legalnya untuk menawarkan bantuan atas kasus pemerkosaan melawan Cristiano [Ronaldo], silakan kontak saya. Saya memiliki informasi yang saya percayai akan bermanfaat untuk kasus Anda dan saya ingin membantu Anda," ujar Lennard. Sebelumnya, media Jerman Der Spiegel mengungkapkan sebuah dokumen yang diduga berisi perjanjian antara Ronaldo dan Mayorga agar tidak meneruskan kasus pemerkosaan ke pengadilan di Amerika Serikat dan tidak membeberkan ke media.

Mantan pacar mega bintang Juventus Cristiano Ronaldo, Jasmine Lennard. (Foto: Dok. twitter).

Pihak CR7 pun disebut memberikan uang 'tutup mulut' kepadanya sebesar 375 ribu dolar AS atau setara 5,2 miliar rupiah. Akan tetapi, tim pengacara Ronaldo menegaskan dokumen tersebut merupakan hasil rekayasa untuk menyudutkan kliennya. "Mengakui dan membagi soal kasus kesehatan mental secara serius. Semua kebohongan di sekitar anak-anaknya dan ibu-ibu dari anak-anaknya. Dia adalah perisak dan pembohong. Seluruh hidupnya adalah kebohongan, psikopat berengsek," kata Lennard, melanjutkan pengakuannya soal ancaman mutilasi dari Ronaldo.