BREAKINGNEWS.CO.ID - PT Jasa Raharja memberikan santunan untuk para korban tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, pada Senin (19/6/2018) kemarin. Jasa Raharja memberikan santunan sebesar Rp 50 juta untuk korban meninggal. Sedangkan untuk korban luka, Jasa Raharja bakal menanggung seluruh biaya perawatan.

"Jaminan penuh biaya perawatan bagi korban yang dirawat di rumah sakit, dan bagi korban yang meninggal dunia diberikan santunan sebesar Rp50 juta yang diserahkan kepada ahli waris yang sah," kata Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo S dalam keterangannya.

Sementara untuk korban yang mengalami luka-luka langsung diterbitkan jaminan biaya perawatan ke rumah sakit tempat korban dirawat.

Santunan itu juga diunggah di akun Twitter @pt_jasaraharja. Terlihat sejumlah perwakilan dari Jasa Raharja Aceh memberikan santunan untuk korban kapal yang berdomisili di Aceh.

"Bersinergi petugas Jasa Raharja Aceh, (PT Jasa Raharja) membayarkan santunan korban KM Sinar Bangun yang berdomisili di Aceh, dan petugas Jasa Raharja Sumut Standby di lokasi kecelakaan dan rumah sakit di Danau Toba Sumut," demikian cuit akun PT Jasa Raharja, Selasa (19/6/2018).

Dalam unggahannya itu, tampak petugas Jasa Raharja mengunjungi keluarga korban serta langsung menyerahkan sejumlah santunan kepada keluarga korban yang meninggal.

"Perwakilan Langsa Aceh menyerahkan santunan meninggal dunia kepada ahliwaris korban KM Sinar Bangun yg kecelakaan di Danau Toba Sumut," cuit akun Jasa Raharja.

Hingga berita ini diturunkan, baru 19 korban yang berhasil dievakuasi, satu diantaranya meninggal dunia. Para korban itu juga dibawa ke sejumlah rumah sakit seperti, RSUD Hadrianus Sinaga, Pangururan serta Puskesmas Desa Simarmata, Puskemas Tigaras.

Sekarang ini tim gabungan masih tetap terus berupaya mencari korban lainnya. Diperkirakan masih ada sekitar 50 orang yang belum ditemukan atas tenggelamnya kapal tersebut.

"Basarnas, Polair, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan Sumut. Tim gabungan masih terus berusaha," ujar Sri Hardianto, Kepala Balai BPTD Wilayah II Sumut.