BREAKINGNEWS.CO.ID - Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) terus melakukan konsolidasi dan pemantapan untuk memastikan kemenangan bagi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH. Ma'ruf Amin (KMA).

"Acara pemantapan kali ini adalah untuk memenangkan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin pada tanggal 17 April 2019," ungkap Ketua Presidium Jari 98 Willy Prakarsa di Posko Pemenangan Lengkong Gudang Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (31/3/2019).

Dalam acara yang dihadiri ratusan relawan dari berbagai wilayah diantaranya Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Tangerang kota, Tangerang Selatan itu juga membahas langkah-langkah strategis terkait pemenangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin. Pihaknya juga akan bergerak cepat bukan cuma door to door melainkan dari masjid ke masjid.

"Jadikan Masjid kembali pada fungsinya yaitu sebagai tempat ibadah bukan posko gerakan," ucap Willy lagi.

Lebih lanjut, Willy mengingatkan di momentum hajatan lima tahunan ini semua elemen masyarakat harus tetap menjalin persatuan dan kesatuan. Kata dia, upayakan Pilpres kali ini tidak ada gesekan di akar rumput.

"Pendukung 01 dan 02 kita bersaudara, mari jaga persatuan dan kesatuan. Makna persatuan dan kesatuan itu adalah aset bangsa. Hindari fitnah, hasutan, adu domba agar stabilitas keamanan negara tidak terganggu," terang Willy lagi.

Ia berharap Pilpres 2019 tidak dijadikan sebagai arena peperangan sesama anak bangsa. "Saya tidak ingin hanya beda pilihan terjadi perang, kalau terjadi seperti itu, saya mau tanya yang rugi siapa?? Ada gak mereka mau tanggung jawab ? Ngefans boleh tapi fanatik jangan," sebut Willy.

Willy melanjutkan Jari 98 berterima kasih atas kerja keras Kapolri, Panglima TNI yang sudah menjaga keamanan dan ketertiban sehingga tidak ada gejolak yang signifikan.

"Kita patut berterima kasih pada Kapolri dan Panglima TNI. Kita bisa tidur nyenyak karena mereka," terang Willy.

Lebih jauh, Willy juga mengpresiasi kedua figur Capres baik Jokowi maupun Prabowo yang telah memberikan contoh kepada rakyatnya dengan saling berpelukan dan tetap bersahabat.

"Pak Jokowi dan Prabowo itu saling berpelukan cipika-cipiki tetap bersahabat dan itu yang harus kita tiru. Dan sekali lagi acara ini, kuncinya dibalik silaturahmi juga memantapkan pencoblosan 01, juga menjaga persatuan dan kesatuan bangsa karena ini adalah aset bangsa ini. Yang penting aman kondusif tidak ada saling menjelekkan," pungkasnya.