BREAKINGNEWS.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat didukung sentimen penguatan nilai tukar rupiah.

IHSG BEI ditutup menguat sebesar 16,19 poin atau 0,25 persen menjadi 6.482,84. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,66 poin atau 0,26 persen menjadi 1.025,79.

"Faktor pertama masih pada January effect. Faktor berikutnya adalah terkait dengan stabilitas rupiah," kata Analis Bina Artha Sekuritas M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Jumat (25/1/2019).

 January effect adalah fenomena cenderung menguatnya bursa saham AS pada Januari. Fenomena tersebut juga menular pada IHSG yang pada awal tahun ini cukup positif.

 Nilai tukar rupiah pada Jumat ini menguat memanfaatkan pelemahan dolar terhadap poundsterling dan juga sentimen terkait penutupan pemerintahan (shutdown government) Amerika Serikat.

Selain itu, lanjut Nafan, penguatah IHSG juga didukung stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan dan penguatan harga komoditas dunia.

"Faktor berikutnya adalah penguatan indeks regional karena mendapatkan katalis positif dari membaiknya data CPI Jepang, yakni dari 0,9 persen menjadi 1,1 persen," ujar Nafan.

Dibuka menguat, IHSG nyaman bertahan di zona hijau sepanjang hari dengan penutupan yang diiringi aksi jual investor asing atau foreign net sell sebesar Rp177,44 miliar.

Frekuensi perdagangan saham pada Jumat tercatat sebanyak 457.780 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,19 miliar lembar saham senilai Rp9,18 triliun.

Sebanyak 216 saham naik, 204 saham menurun, dan 124 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei menguat 198,93 poin (0,97 persen) ke 20.773,56, indeks Hang Seng menguat 448,21 poin (1,65 persen) ke 27.569,19, dan indeks Strait Times menguat 11,52 poin (0,36 persen) ke posisi 3.202,25.