BREAKINGNEWS.CO.ID-Beberapa saat lagi segera berlangsung bigmatch Manchester City vs Liverpool di pekan ke-21 Premier League, mulai pukul 03.00 Jumat (4/1/2019) dini hari WIB ini di Stadion Ettihad, Manchester. Banyak yang menyebutkan jika laga ini merupakan salah satu penentu peraihan gelar juara musim kompetisi 2018-2019. Apakah Liverpool akan menjadi juara baru? Ataukah Manchester City akan kembali memperpanjang gelarnya?

Kini, semakin banyak orang yang peluang Manchester City untuk mempertahankan gelarnya, mengingat kinerja Liverpool yang semakin dashyat belakangan ini. The Reds belum terkalahkan dari 20 pertandingannya di Liga Inggris. Karena kurang konsisten, Manchester City kini tertinggal 7 poin dari Liverpool. Jarak tersebut bisa melebar jika Manchester City kalah.

Hal itu juga diakui oleh Josep 'Pep' Guardiola, manajer Manchester City. Dua kekalahan lawan Leicester City dan Crystal Palace, diakui Guardiola, sudah menurunkan kepercayaan diri pemain. Banyak yang kini meremehkan Manchester City.

Padahal, diakui Guardiola, kekuatan Manchester City belum berubah. Bahkan, ia mengisyaratkan jika Manchester City bakal diperkuat Kevin de Bruyne saat melawan Liverpool, walau pemain timnas Belgia itu masih dirundung cedera.

"Saya tahu saat ini tak ada yang mempercayai kami. Semua orang bicara bagaimana kalau kami kalah, tapi kami bisa menang," ujarnya.

Kendati demikian, Guardiola juga menyadari jika penampilan timnya malam ini bisa saja dibayangi rekor buruk perseteruan antaranya dirinya dengan Jurgen Klopp.  Mantan manajer Barcelona itu cuma lima kali menang dan delapan kali kalah dalam 15 pertemuannya dengan Klopp sejak saat masih berkarier di Bundesliga.

Oleh karena itu, mengalahkan Liverpool bukan perkara mudah bagi Manchester City.  Pasalnya, The Citizens cuma sekali menang dan menderita lima kekalahan dalam delapan pertemuan terakhir melawan The Reds. Satu-satunya kemenangan itu terjadi di laga kandang terakhir pada September 2017 dengan skor 5-0. Namun, saat ini The Reds sebaliknya dalam tren sangat positif.

"Yang pertama, dia adalah seorang manajer yang luar biasa," ucap Guardiola dilansir Mirror. "Saya punya hubungan yang baik dengan dia dan tim dia selalu bermain bagus."

"Untuk saat ini, mereka tim terbaik di Eropa, itu karena konsistensi mereka, cara mengontrol pertandingan," ujarnya.

Meski penampilan Manchester City menurun dibandingkan musim lalu, namun Guardiola mengaku tetap puas. Dia belum berniat menambah pemain baru.

"Saya suka dengan tim saya. Kami cetak banyak poin. Kami tak bisa terus berharap bisa unggul 12 atau 13 poin saat Natal, itu jarang terjadi, itu terjadi musim lalu," ujarnya.