BREAKINGNEWS.CO.ID - Bogor FC berhasil melaju ke babak kedua (64 besar) Piala Indonesia 2018. Hasil itu didapat setelah mereka menyingkirkan Persika Karawang lewat adu penalti 6-5 di Stadion Perguruan Tinggi ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Selasa (14/8/2018). Keberhasilan Muhammad Fahri dan kawan-kawan mendapatkan apresiasi besar dari sang pelatih Jan Saragih.

"Terima kasih untuk suporter yang telah datang. Untuk pemain saya selamat sudah bermain bagus. Untuk masalah teknis, pada pertandingan tadi banyak yang harus diperbaiki. Tapi, yang penting adalah saya apresiasi perjuangan dari pemain-pemain saya meskipun mereka bermain di bawah tekanan yang tinggi dan ada beberapa yang bermain di luar posisinya,' kata Jan Saragih selepas pertandingan.

Mengalahkan Persika, merupakan capaian luar biasa yang dilakukan Bogor FC. Karena, Persika merupakan klub dari kasta kompetisi yang lebih baik dari Bogor FC. Adapun Persika berkompetisi di Liga 2. Sementara Bogor FC bermain di Liga 3. "Saya selalu tekankan kepada pemain tidak ada perbedan antara Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Mereka pemain profesional. Pemain Liga 1, dan dua melakukan tanda tangan kontrak. Mereka pun juga begitu," ucap mantan pelatih Persija U-19 itu.

Bogor FC taklukkan Persika Karawang lewat adu penalti pada babak pertama Piala Indonesia 2018
(Foto: Dok. bogor fc)

Selanjutnya, pada babak 16 besar, Bogor FC akan berhadapan dengan Bintang Kranggan FC yang menyingkirkan Patriot Chandrabhaga dengan skor 2-1. Jika Bogor FC kembali menang pada babak 64 besar, mereka kemungkinan besar akan bersua raksasa Liga 1 yakni Persija Jakarta pada babak 32 besar. Menanggapi hal itu, Jan Saragih tak mau ambil pusing. Fokusnya bersama tim adalah melakukan pertandingan demi pertandingan dengan baik. "Memang perjalan yang sulit harus kita tembus mendapatkan Piala. Tapi, yang paling penting adalah kita hadapi pertandingan," bebernya.

Lebih lanjut, Jan Saragih mengungkapkan, meskipun menang. Timnya menyisakan sejumlah kekurangan. Karena, pada laga tadi, para pemainnya gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas yang terjadi. "Memang kita kurang tajam, kita harus ada crossing, true pass, shooting. Kita kuasai bola, tapi di daerah pertahan sendiri. Pada babak kedua bermain lebih terbuka. Tapi sayangnya pemain kurang tenang dalam melakukan finishing. Kami akan perbaiki kekurangan itu," ungkap Jan Saragih.

Sementara itu, pelatih Persika, Herry Kiswanto, berbesar hati dengan kekalahan yang diderita timnya. Diungkapkannya, kekalahan pada adu penalti terkendala oleh sejumlah pemainnya yang mengalami cedera.

"Pertandingan berjalan seru. Kedua tim melakukaan tekanan. Jujur saja, banyak peluang dari kami yang tidak bisa pemain maksimalkan. Begitu juga dengan Bogor FC. Ini akan menjadi PR buat kami. Karena, saat ini, sektor finishing kurang beruntung. Yang jelas pertandingan tadi cukup bagus. Untuk adu penalti kita sudah antisipasi. Namun, satu pemain tadi Rezki (penendang terakhir) sedikit cedera. Karena itu, susunan penendang pun berubah," pungkas pelatih yang akrab disapa Herkis itu.