BREAKINGNEWD.CO.ID - Pelaku penjambretan yang menewaskan seorang penumpang Warsilah (40) di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menyerahkan diri ke polisi. Setelah buron selama sepekan, pelaku lalu menyerahkan diri ke polisi. Apa motifnya?

Dari keterangan Sandi Haryanto (27), pelaku penjambretan Warsilah kepada polisi terungkap, aksi itu untuk memenuhi kekurangan setoran angkutan umum yang dikendarainya yang ditunggak selama dua hari. "Iya bang (sopir) angkot 53, saya sudah nunggak dua hari," kata Sandi pada acara rilis kasus penjambretan terhadap Warsilah di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Selain untuk membayar tunggakan setoran mobil angkot, warga Cakung, Jakarta Timur itu juga mengaku nekat melakukan aksi kejahatan karena untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari yang besar pasak dari tiang. "Untuk kebutuhan sendiri bang," kata Sandi

Dalam kasus ini polisi turut menyita barang berharga milik korban berupa tas, sebuah telepon genggam. Sebuah sepeda motor Suzuki Satria FU berwarna hitam yang kerap digunakan pelaku saat menjambret juga turut disita. 

Sandi pun dijerat Pasal 365 KUHP dengan Pasal Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

Sandi menyerahkan diri ke Polsek Jagakarsa pada Minggu (8/7/2018) kemarin. Pelaku mengaku sempat meminta saran kepada paman berinsial ES (51) saat bersembunyi dari kejaran petugas. Akhirnya, sang paman pun meminta agar pelaku segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Warsilah menjadi korban penjambretan saat berboncengan dengan driver ojek online di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Cempaka Putih, Minggu (1/7/2018). Saat aksi perampasan itu terjadi, korban tersungkur dari sepeda motor. Nyawa korban pun tak tertolong saat dilarikan ke Rumah Sakit Mitra, Kemayoran, Jakarta Pusat akibat luka-luka yang dialaminya. 

Kasus penjambretan penumpang ojek online (ojol) ini terekam kamera CCTV yang terpasang di dekat lokasi kejadian. Bahkan, rekaman kasus penjambretan berujung tewasnya korban sempat viral di media sosial.