BANGKO - Rencana pembangunan jalan masuk ke Desa Koto Rawang, Kecamatan Jangkat dianggarkan Pemkab Merangin tahun anggaran 2017 terancam batal. Pasalnya, warga Desa Pulau Tengah belum mengizinkan untuk pembangunan jalan yang akan melalui hutan adat desa setempat.

Kadis Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Merangin, M Arief dikonfirmasi, Jumat (28/7) membenarkannya. Dia mengatakan, persoalan dengan izin dari pihak TNKS sudah tidak ada persoalan lagi.

“Tapi persoalannya pihak Desa Pulau Tengah belum mengizinkannya, ” kata Arief.

Arief menuturkan, rencana awal jalan itu dibangun dari Desa Lubuk Pungguk ke Desa Koto Rawang. Tetapi karena rute itu memotong hutan TNKS, jadi harus digeser rutenya.

“TNKS setuju, namun rutenya harus digeser dari zona rimba ke zona khusus. Kalau masih dalam rimba, TNKS memang tidak memperbolehkannya, ” sebutnya.

Namun rute baru untuk pembangunan sebutnya, melalui hutan adat desa Pulau Tengah. Serta Hal itu mendapat penolakan dari warga desa Pulau Tengah.

“Solusi yang kita harapkan pada masyarakat, tokoh masyarakat serta Kades Pulau Tengah, agar mengizinkan hutan adat itu dapat digunakan untuk terase jalan Lubuk Pungguk-Koto Rawang, ” tutur M Arief.

Ditegaskan Arief, jika pihak Desa Pulau Tengah tetap tidak mengizinkan, terpaksa jalan yang diidamkan masyarakat Koto Rawang tersebut dibatalkan.

“Tapi kita beri waktu selama satu minggu kedepan, sekitar Selasa atau Rabu sudah ada hasil yang kita peroleh. Sepakat atau tidak hutan adat itu kita pakai untuk pembangunan jalan, kalau setuju kita lanjutkan proses, kalau tidak tentu kita pending dulu, ” imbuhnya.

Terpisah, Kades Pulau Tengah, Sasta dikonfirmasi mengaku belum memutuskan setuju atas pembukaan jalan itu. Ia katakan, belum bersedia membebaskan lahan untuk akses jalan Lubuk Pungguk ke Koto Rawang.

“Bukannya saya keberatan, karena memang saya menilai, runding selama ini belum selesai. Karena antara kami tiga desa itu belum musyawarah untuk membahas jalan itu, ” katanya.

Menurutnya, jika jalan ini akan tetap dibuka, pasti ada salah satu yang dirugikan. Sepanjang jalan itu belum dibuka, ia berharap perlu dilakukan perundingan.

“Intinya runding kita belum usai, seharusnya ada duduk bersama, dengan istilah senang sama senang, sepanjang tidak merugikan sepihak, ” sebutnya.

Demikian sebaliknya Kades Koto Rawang, Darial berharap pembukaan jalan ke Koto Rawang berhasil dilakukan. Sebab jalan itu sangat diharapkan masyarakat.

“Penderitaan masyarakat Kota Rawang selama ini sangat besar, seperti ketika mengangkut hasil pertanian untuk dijual, dibanding dengan kendaraan roda dua, jalan kaki saja lebih cepat sampai ke desa terdekat, ” tuturnya.

“Bahkan ada yang sampai menginap di hutan, karena buruknya akses jalan petani untuk mengangkut hasil pertaniannya. Kalau jalan sekitar tiga jam sampai diluar, itu tidak pakai beban, ” imbuhnya.

Ia berharap Kades Pulau Tengah bisa bermurah hati, ingin memberikan izin jalan ke Koto Rawang.

“Kito berharap kemurahan hati dari warga Desa Pulau Tengah, agar jalan bisa dibuka melalui hutan adat, serta pembukaan jalan itu secepatnya bisa dilakukan, ” ujarnya.