BREAKINGNEWS.CO.ID -Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta masih meneliti berkas perkara tersangka kasus kokain Richard Muljadi yang dikirim penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada Senin (3/9/2018). Penelitian berkas dilakukan terhadap kelengkapan formil dan materil sebelum dinyatakan P-21 atau pemberkasan sudah lengkap untuk disidangkan.

"Saat ini jaksa masih melakukan penelitian berkas, terhadap kelengkapan formil, maupun materiil," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Nirwan Nawawi kepada wartawan, Kamis (6/8/2018).

Sejak berkas dilimpahkan penyidik ke Kejati pada awal September lalu, jaksa penuntut umum (JPU) punya waktu 14 hari untuk meneliti proses penyidikan yang dilakukan kepolisian apakah sudah memenuhi syarat atau belum secara hukum. "Pokoknya semenjak berkas dilimpahkan, jaksa mempunyai waktu 14 hari untuk melakukan penelitian berkas. Itu diatur di KUHAP pada Pasal 138," kata Nirwan.

Nirwan juga menyebut jika berkas dinyatakan lengkap atau P-21, maka jaksa akan membuat surat kepada penyidik Polri untuk segera melimpahkan penahanan cucu konglomerat Kartini Muljadi dan barang bukti. "Apabila berkas dinyatakan masih kurang, maka sebelum waktu 14 hari itu, jaksa sudah mengembalikan berkas berikut petunjuknya, yang dinamakan p19. Nah kalau dianggap lengkap, ya sudah jadi sudah P21," kata Nirwan.

Richard Muljadi saat ini masih berstatus tahanan Polda Metro Jaya setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus kokain seberat 0,038 gram. Richard dinyatakan positif sebagai pengguna kokain melalui pemeriksaan urine.

Richard diringkus di dalam toilet salah satu restoran di kawasan SCBD pada Rabu (22/8/2018). Richard dibekuk oleh perwira polisi bernama Kombes Herry Heryawan yang kebetulan hendak memakai kamar toilet restoran untuk buang air.

Dari tangan Richard polisi menyita satu unit Iphone X warna hitam dan satu lembar uang pecahan 5 dolar Australia turut disita lantaran dianggap sebagai medium saat Richard mengonsumi kokain tersebut. Polisi juga masih mendalami pelaku berinisial ML yang diduga berperan memberikan kokain kepada Richard.