BREAKINGNEWS.CO.ID – Vonis putusan hakim terhadap Billy Sindoro terdakwa kasus dugaan suap perizinan pembangunan proyek Meikarta di Pengadilan Tipikor Bandung pada Selasa 5 Maret 2019 lalu, belum dapat dinyatakan ingkra atau berkekuatan hukum tetap. Pasalnya vonis dengan hukuman 3 tahun lima bulan penjara dengan denda Rp100 juta tersebut, membuat Jaksa pada Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) tidak merasa puas dan menyatakan naik banding.

"Hari ini, Jaksa penuntut umum KPK sudah mengajukan permohonan banding untuk vonis di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung terhadap terdakwa Billy Sindoro," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

Febri menjelaskan bahwa pengajuan banding yang diajukan oleh tim Jaksa mereka itu dikarenakan vonis hukuman yang dijatuhi hakim terhadap Billy Sindoro tidak sebanding dengan kesalahan yang telah dilakukannya, selain itu vonis yang diberikan hakim terhadap Billy Sindoro pun jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa. Dimana dalam Jaksa menuntutnya dengan 5 tahun hukuman penjara dan denda Rp 200 juta. Apalagi hukuman ini merupakaan yang kedua bagi Direktur Operasional PT. Lippo Group tersebut dalam kasus korupsi.

“Selain vonis yang diberikan terhadap terdakwa jauh lebih renda dari tuntutan jaksa, kami juga mencermati tentu saja bahwa Billy Sindoro sebelumnya pernah diproses dalam kasus tindak pidana korupsi oleh KPK. Tentu kita berharap hukuman yang maksimal. Sehingga kami harap ini bisa menjadi pertimbangan lebih lanjut," ujar Febri.

Billy divonis oleh hakim pada Pengadilan Tipikor Bandung, karena terbukti memberi suap ke Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin dan jajarannya di Pemkab Bekasi. Hakim menyebut uang yang mengalir sebesar Rp 16.182.020.000 dan SGD 270.000 dengan tujuan memuluskan perizinan proyek Meikarta.

Satu dekade sebelumnya Billy pernah dihukum karena terbukti memberikan suap ke M Iqbal yang saat itu menjabat di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Saat itu, Billy dijatuhi vonis 3 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan karena terbukti bersalah memberi suap Rp 500 juta pada M Iqbal terkait kasus hak siar Liga Inggris.