BREAKINGNEWS.CO.ID-Musim penghujan sudah mulai tiba, artinya masyarakat harus mewaspadai beberapa hal penting yang mudah terjangkit oleh manusia mulai dari balita hingga orang dewasa yakni wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

K Kepala epala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menyebut ada tiga wilayah masuk ke dalam kategori rawan timbul wabah penyakit DBD seperti Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah itu dikatakan rawan berdasarkan data tiga tahun terakhir dan iklim yang sudah dibuat pola bersama pihak ITB.

“Sebenernya semua wilayah terpantau, tapi 3 kota yang paling utama harus di waspadai adalah Jakbar, Jaksel dan Jaktim. Yang lebih waspada itu, dilihat dari pemodelan yang dibikin bersama kami dan ITB, bersama pola antara 3 kota itu. Tingkatannya lebih besar,” sebut Widyastuti di Jakarta, Senin (21/1/2019).

DBD diprediksi akan meningkat beberapa hari atau minggu setelah musim hujan pada awal tahun 2019. Untuk itu, perlu meningkatkan kewaspadaan dini, serta tindak lanjut guna mengantisipasi KLB DBD yang melibatkan masyarakat bersama Pemprov DKI Jakarta.

“Menghimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dan melaksanakan PSN 3 M Plus di tempat tinggal masing-masing minimal seminggu sekali,” ujar Widyastuti.

Pasalnya kasus DBD di DKI Jakarta dari Januari hingga 31 Desember 2018 tercatat sudah ada 2.947 kasus DBD (Insidence Rate/IR = 28,15/100.000penduduk) dengan 2 (dua) kematian (Case Fatality Rate/CFR= 0,07 persen).

Pada 2018 diketahui wilayah yang memiliki IR tertinggi di Jakarta adalah Kepulauan Seribu, yakni 41,4/100.000 penduduk, disusul Jakarta Barat sebesar 37,0/100.000penduduk.

Pada tahun 2017 dilaporkan 3.362 kasus dengan IR sebesar 32,41/100.000 penduduk dan 1 (satu) kematian (CFR= 0,03 persen). Kemudian pada tahun 2016 tercatat 20.432 dengan dengan IR 198,80/100.000 penduduk dan 14 kematian (CFR= 0,07 persen).